Pages

Pengalaman si Fulan kerjasama mudharabah dengan seorang ikhwan

Berdagang adalah salah satu ikhtiar dalam mencari nafkah. Jika diniatkan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri dan tidak minta minta kepada orang lain, juga dapat menafkahi istri, anak anak dan orang tua. Ini adalah amalan yang mulia.

Akan tetapi banyak teman teman yang melakukan amalan ini dengan seadanya. Mereka berdalih berdagang adalah urusan dunia, mempelajari ilmu marketing, mempelajari keuangan agar dapat memanage keuangan, dan seterusnya juga ilmu dunia.

Mereka mengatakan kita harus mengutamakan akhirat, jika kita mengutamakan akhirat maka dunia akan datang kepada kita dalam keadaan hina.

Mungkin karena itulah maka mereka berdagang dengan seadanya saja, setiap harinya kegiatannya sama, pagi datang ke toko, lalu menunggu pembeli dengan pasif, sore pulang ke rumah. Kalo saya ibaratkan dengan makanan, aktifitasnya terasa hambar. Tidak ada usaha untuk berbuat yang lebih dari sebelumnya. Tidak ada kamus ketekunan (berusaha keras) disana. Sehingga hasil yang didapatpun juga "hambar" saja.

Jadinya bisa kita tebak, si pemilik modal ini merasa kesal kepada si pelaku usaha. Itulah pengalaman seseorang yang bisa kita ambil pelajaran didalamnya.

Oleh karena itu, saya tekankan kepada diri saya sendiri khususnya dan kepada teman teman, teruslah menuntut ilmu dan ilmu itu buahnya adalah amalan. Jika kurang mengerti sesuatu, bertanyalah kepada ahlinya (ulama).

Ini catatan yang kita harus memahami lagi materinya untuk kita amalkan, Insya Allah:

- Tentang prinsip Qana'ah

- Tentang kita harus mengerjakan sebab sebab (ikhtiar) tapi jangan bergantung kepada sebab, akan tetapi bergantunglah kepada yang menciptakan sebab yaitu Allah Ta'ala. (Kalimat "kita tidak boleh bergantung kepada sebab melainkan bergantung kepada Allah", bukan berarti kita tidak harus melaksanakan sebab)

- Tentang hadits nabi yang sangat penting untuk diamalkan yaitu yang diantaranya berbunyi "barang siapa yang tujuan akhirnya adalah akhirat, maka disatukan urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina" Hadits lengkapnya silakan bertanya pada ustadz.

- Tentang prinsip ibadah, perbuatan atau amalan apa saja yang digolongkan kepada ibadah yang Allah Ta'ala berikan ganjaran kepada pelakunya.

- Tentang muamalah, baik kepada Allah maupun kepada makhluk (sesama manusia, hewan, dan lain lain).

- Tentang iman dan ridha kepada takdir (baik dan buruk)

- Tentang prinsip ketekunan dalam melakukan kegiatan atau amalan.


إِنَّ الَّلهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلا أَنْ يُتْقِنَهُ
 

Sesungguhnya Allah menyukai jika salah satu dari kalian melakukan amalan yang dilakukan dengan tekun (HR. Baihaqi)

Dan masih banyak lagi ternyata.... 


Ibarat kolam, ternyata ilmu kita masih cetek. Masih ribuan kitab dari ulama yang belum kita baca. Sementara waktu terus berjalan..... 

Semoga kita dikaruniai hidayah taufiq agar terus menuntut ilmu, mendapatkan pertolongan Allah agar kita dapat mengamalkannya, serta ikhlas dalam mengamalkannya..
 

Petualangan baru di blog baru

Ternyata sudah lama saya tidak menulis di blog ini, kangen juga rasanya. Tidak updatenya saya di blog ini, bukan berarti saya berhenti menulis, dan juga berhenti ngeblog. Bukan itu, saya tetap menulis dan tetap ngeblogm hanya saja medianya saja yang pindah. 

Kedepannya mungkin sebagian besar tulisan akan ditulis di beberapa blog baru tersebut, namun sayang juga meninggalkan blog pembelajaran sepanjang hayat ini. Mengapa? karena blog ini sudah menemani saya berpetualang sejak tahun 2005 hingga sekarang. Jadi mungkin jika ada update tulisan yang sifatnya harus ditulis di blog ini, akan saya tulis disini. 

Jika saya flashback dan mengamati tulisan saya di blog ini. Eh, ngomong ngomong flashback artinya apa ya dalam bahasa Indonesia, sebentar saya googling dulu... Ohya, kilas balik. Kembali ke awal, jika saya perhatikan kembali tulisan saya mulai dari 2005 hingga 2013, maka dapat saya sederhanakan bahwa terdapat beberapa fase petualangan kehidupan yang saya tempuh, Mulai dari semangat bekerja di sebuah perusahaan BUMN besar di Indonesia. Pada periode ini, saya sangat menyukai tulisan tulisan motivasi, oleh karena itu sebagian besar pada fase ini saya menulis tentang sesuatu yang inspiring, motivasi, dan yang semisalnya. 

Fase selanjutnya adalah menikmati indahnya membangun keluarga, sehingga sebagian besar tulisan pada fase ini adalah tentang keluarga, rumah, pendidikan anak, dan yang semacamnya. Setelah itu, mulailah saya berkenalan dengan dunia wirausaha atau bahasa yang akrab di telinga adalah entrepreneur, dan bisa dilihat bahwa sebagian besar tulisan saya adalah tentang petualangan, pengalaman, teori, pencapaian, cerita, uraian, penjelasan, informasi, dan juga iklan tentang hal yang berhubungan dengan dunia bisnis atau wirausaha atau entrepreneur.

Sampai puncaknya yaitu pada tulisan saya akhirnya pensiun dini dari perusahaan besar di Indonesia, yang pada tulisan tersebut saya ceritakan bahwa sebagian teman kerja saya bilang bahwa saya "gila". hehehe... Mengapa mereka heran dan bilang saya nekat? oleh karena menurut mereka, ribuan orang apalagi fresh graduate sangat ingin bekerja di tempat ini, bahkan menurut survey yang diadakan oleh sebuah lembaga terkenal, tempat saya kerja ini adalah tempat paling favorit yang diincar oleh pencari kerja.

Fase selanjutnya adalah fase dimana saya enjoy dan menikmati hari hari sebagai seorang wirausahawan. Ya, full wirausaha. Tidak lagi setengah setengah, dalam artian setengah pikiran ke tempat kerjaan setengah pikiran ke bisnis pribadi. Pada fase ini, saya merasakan suka duka, positif negatif, dan semua pengalaman yang disharing oleh senior atau mentor saya ternyata saya alami juga. 

Dan sampailah saya kepada pengalaman yang saya tidak duga sebelumnya. Apa itu? tawaran baru bekerja kantoran lagi. Inilah yang membuat saya pusing tujuh keliling dalam memutuskan apakah terima tawaran ini atau tidak. Sebab saya sedang asyik asyiknya melakukan petualangan dan berusaha menjadi wirausahawan sejati, namun dilain pihak tawaran ini juga sangat sayang untuk ditolak. Akhirnya, setelah shalat istikharah dan memutuskan jawaban, saya mengayuh kembali dan mengubah sedikit arah pulau tujuan. Saya berpikir, saya dapat saja berlabuh di pulau ini sebentar untuk menikmati kehidupan di pulau ini, dan kemudian menuju lagi pulau harapan yang sebenarnya. Oleh karena itu, tulisan saya mulai  tahun 2013 adalah tentang kehidupan baru di negeri seberang.

Nah, inilah awal dari mulainya blog baru tersebut yang membuat saya jarang posting di blog ini. Hidup di negeri seberang, ternyata mempunyai dampak kepada kehidupan akademis anak anak. Mereka yang terbiasa bersekolah di sekolah (sekolah konvensional), sekarang harus beradaptasi karena kami memutuskan homeschooling. Apa alasannya? wah, sangat panjang kalau dituliskan disini. Jika Anda penasaran silakan saja lihat dokumentasi tulisan saya di blog aktifitas belajar homeschooling. Disitulah saya selama ini menuliskan aktifitas, kegiatan, pencapaian, portofolio pendidikan anak anak (walau tidak semua) di blog ini.

Selain itu juga, saya ngeblog (sebenarnya lebih tepat disebut catatan pribadi) pembelajaran bahasa arab saya, di blog belajar bahasa arab dasar. Sehingga akhirnya, saya jarang menengok blog ini.

Kesimpulan
Saya tetap akan menulis di blog ini, walau sebagian besar tulisan saya mungkin akan di tuangkan pada blog blog di atas.

Terima kasih sudah membaca postingan ini, jika ada saran dan usulan silakan kirim comment di bawah. Kaget melihat tulisan ini, sudah jarang posting di blog ini, sekali nulis bisa panjang seperti ini. hehehe..




Mengapa belum mencapai hasil yang memuaskan

Saya lebih memilih kata belum mencapai hasil yang memuaskan daripada kata gagal. Saya tidak tahu alasannya, menurut saya kalau saya menyebut gagal, berarti saya sudah menyerah dan berhenti mencoba. Pada postingan terdahulu yaitu ketemu mainan lama , saya sampai detik menulis postingan ini masih asyik bermain dengan dunia internet marketing. Jadi sampai saat ini saya masih berusaha dan belum berhenti mencoba.

Akan tetapi setelah dilihat hasilnya, saya menilai bahwa hasil aktifitas internet marketing yang saya jalani termasuk kategori belum memuaskan. Setelah melakukan refleksi dan mengucapkan "Qaddarullah wa masya-a fa'al", kemungkinan penyebabnya adalah:

- ilmu yang dikuasai hanya setengah alias belum mendalam.
- Banyak menyerap ilmu akan tetapi lemah dalam implementasi.
- Adakalanya implementasi ilmu, akan tetapi tidak konsisten.
- Tidak ada strategi yang terarah dan objective yang jelas.
- Tidak menerapkan KPI dan teknik evaluasi terhadap performance indicator tersebut.
- Oleh karena tidak ada track record dan indikator performansi, maka tidak ada pula feedback atau perbaikan system.
- Belum mengoptimasi tools yang ada. 

Alhamdulillah, saya telah mendapat ilmu bahwa kita seharusnya tidak menyandarkan hasil kepada ikhtiar kita semata, akan tetapi harus bersandar kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus banyak berdoa untuk kemudahan urusan kita. Akan tetapi setelah bersandar kepada Allah, kita juga harus menjalankan sebab yaitu ikhtiar yang sungguh sungguh.

Abu Afra
lagi mencoba diversifikasi content.