Pages

Aktifitas Liburan panjang

Tanggal 16 Desember tiba, dimulailah kegiatan liburan saya. Aktifitas dimana saya merasakan kebebasan waktu untuk mengerjakan apa yang saya mau. Tidak seperti keseharian para aktifis 8 to 5 (baca : orang kantoran, masuk jam 8 pulang jam 5), pada minggu ini saya benar-benar melakukan kegiatan bersama keluarga secara full.Dimulai dengan mengantar istri kontrol kandungan ke RSIA Hermina, Bogor. Kedua putri saya ikut, sambil menunggu panggilan, kita bermain deh, hitung hitung melatih syaraf motorik mereka. Saya tidak melewatkan kesempatan ini dengan mendokumentasikannya, seperti terlihat pada video di bawah:



Lalu, pada pagi harinya, kami jalan-jalan menikmati kesejukan pagi kota bogor sambil makan. Karena lagi banyak kambing di jalan, saya bawa anak-anak untuk melihat kambing. Ternyata efektif juga ya, mereka makan dengan lahap. Mungkin terinspirasi lahapnya kambing makan rumput, sehingga ratu-ratu ku pun tak mau kalah menyantap lezatnya makanan pagi. Untung saya membawa camcorder, langsung saja saya abadikan peristiwa ini.



Sehabis jalan-jalan, ratu-ratukupun senang. Ekspresinya lucu sekali deh. Alhamdulillah, saya dapat melihat perkembangannya hari demi hari. Makin menggemaskan saja...

Kedua ratu ku

Halwa sedang senang

Pada minggu inipun, walaupun hari libur dan ummat Islam berkonsentrasi pada ibadah qurban, Alhamdulillah kami masih aktif merespon email dan sms yang menanyakan tentang dagangan kami, serta mengirim barang sesuai permintaan konsumen.

Ohya, pada minggu yang bahagia ini, kami juga mendidik anak kami semangat wirausaha semenjak dini, lihat saja Halwa dengan senangnya menjaga stand pada bazar di acara seminar hari ibu.


Beli berapa Bu???

Banyak lagi kegiatan yang tak terdokumentasikan, termasuk menyembelih sendiri kambing qurban, bayangkan menyembelih ayam saja belum pernah, Alhamdulillah langsung berhasil dengan ihsan dalam penyembelihan kambing tersebut.

Sepertinya akan berlanjut ke liburan sampai tanggal 26 desember nanti dengan aktifitas yang tidak kalah serunya... Sampai jumpa....



Book of the Week

Ketika Cinta Bertasbih dan Edensor


Di satu minggu liburan ini, ada dua buku yang kulahap dengan lezatnya. Dan dua-duanya walaupun unreality, tapi bisa membuat batin ini berdialog seru dengan diri sendiri yang akhirnya bisa menajamkan pisau motivasiku.



Pertama adalah Edensor nya Andrea "Ikal" Hirata

Dari pertama seri tetralogi ini dan dilanjutkan dengan Sang Pemimpi, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran tentang keberanian bermimpi dan mengikatnya di sanubari dan disiplin dalam mejemput mozaik hidup. Terlebih lagi seri ke tiga ini, ada untaian kata ( hal 42) yang membuat saya membacanya berulang kali dan menggelitik alam bawah sadar saya serta berkata dalam hati, "sepertinya saya ingin juga begitu, mudah2an saja bisa".. Inilah kalimatnya:

" Aku memutuskan keluar dari pekerjaan di kantor pos yang telah menggiring ke kutub moderat. Semakin lama semakin berkurang tantangannya. Pekerjaan itu tidak memberiku kelimpahan,tapi memberi keamanan finansial dan kehidupan yang itu itu saja, demikian gampang diramalkan kesudahannya. Aku terjamin secara sederhana, terlindung oleh sistem, stabil secara psikologis,mapan secara sosial, dan semua itu membuatku bosan. Aku merasa seperti tupai yang sibuk menggendong pinangnya, kura kura yang mengerut ke dalam tamengnya, atau siput yang sembunyi di balik cangkangnya"

Selanjutnya kalimat yang lebih menggetarkan lagi:

" Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin liku liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!

Yang kedua adalah Ketika Cinta Bertasbih 2 nya Kang Abik

Seri ke dua dari dwilogi Ketika Cinta bertasbih ini juga membuat liburan saya menyenangkan emosi saya dan serta merta memberi air kesegaran pada motivasi saya yang sedang kering. Saya larut dalam perenungan tentang kisah cinta anak manusia bernama Azzam yang akhirnya mendapatkan istri tercinta dengan berliku di medan yang sulit. Tapi bukan itu yang utama, yang saya kagum adalah jiwa enterprenurnya yang dahsyat dan smart. Dimana dia membiayai Ummi tercinta dan adik-adiknya sambil belajar di negeri seberang sana, dan itu tidak sebentar, bertahun-tahun.

Ketika baso cintanya berhasil menuai sukses besar, ada yang iri dengannya. Dihembuskanlah fitnah formalin dan sebagainya. Azzam tidak patah semangat, justru adrenalinnya mengucur deras dan otaknya bekerja smart. Hasilnya...... Keberhasilan demi keberhasilan diraihnya.

Hanya satu kata yang saya simpulkan dari dua buku ini...... Dahsyat !!! (pinjam istilah pak Tung)

Technorati :
Del.icio.us :
Flickr :

Keluarga Sakinah

Sudah lama tidak membaca buku mengenai keluarga. Akhirnya saya beli dan membacanya. Judulnya Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, karangan Ust. Yazid. Segala puji bagi Allah yang memberikan nikmat keluangan waktu sehingga saya bisa melahap dengan lezatnya ilmu-ilmu yang diuraikan pada lembar-lembar buku ini.

Sampailah pada suatu halaman yang membuat saya membacanya berulang-ulang, yang membuat saya bersyukur kepada Allah karena menurut saya, parameter yang disebutkan pada hadits tersebut membuat saya merasa qanaah dan bahagia.



Apa sabda Rasul Shallallahu alaihi wa sallam tersebut? Mari kita lihat bersama-sama:

" 4 Hal yang merupakan kebahagiaan: Istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang merupakan kesengsaraan: tetangga yang jahat, istri yang buruk, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang jelek." (Ibnu Hibban, no. 4021)

Yang ingin saya bahas disini adalah hal tempat tinggal yang luas. Rumah saya sekitar 146 meter dan luas tanahnya kurang lebih 200 meter. Mungkin ini dianggap sempit bagi rekan-rekan, tapi ketahuilah rumah ini saya anggap sudah luas sekali, dimana anak-anak bisa bermain dan berlari-lari di halaman depan, halaman tengah, dan bermain di saung halaman belakang. Saya bisa menanam pohon pisang, pepaya, singkong dihalaman belakang. Di halaman tengah, saya sedang menanam pohon mangga. Sedangkan dihalaman depan, dipenuhi oleh euphorbia, adenium, dan lain-lain. Belum lagi kalau melihat depan rumah saya yang "plong". Alhamdulillah, nikmatnya tinggal di Bogor.





Saung di halaman belakang










Pohon pisang dan pepaya di halaman belakang





Dari hadits di atas, saya jadi terinspirasi, sebenarnya kita disuruh kaya harta, sebab mempunyai tempat tinggal luas dan kendaraan yang nyaman adalah tidak bisa kalau tidak kaya harta. Jadinya jiwa enterpreneur semakin membara lagi nich....