Pages

Repotnya Pindahan Rumah

Wuih….., Alhamdulillah, akhirnya barang-barang yang besar seperti lemari, washing machine, kulkas, dan teman-temannya sudah berhasil dipindahkan ke rumah baruku. Proses kepindahan berlangsung lancar karena aku memang mempraktekkan tips dan trick pindah ke rumah baru.

Setelah sekian lama tinggal di PMI alias Pondok Mertua Indah, awal September nanti aku dan keluargaku berencana membentuk kapal dan mengarungi samudera rumah tangga di rumah kami sendiri.

Kebetulan bulan Sya’ban menjelang, sebentar lagi Ramadhan. Inilah kali pertama aku dan keluarga menjalani kehidupan bulan puasa di rumah kami sendiri.

Wahai istri dan anak-anakku tercinta, marilah kita samakan visi dan misi kita tentang kehidupan ini. Marilah kita membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di tempat dimana kita berteduh, bercengkrama, berisitirahat, tempat dimana kami selaku orang tua melakukan tarbiyah (pendidikan) kepadamu wahai anak-anakku tercinta, tempat dimana kita bisa berdzikir dan membaca Alquran dengan tenang, tempat dimana kita bisa bercanda….. Ya, tempat itu adalah rumah kita………..


Written by : Abu Afra
This writing is dedicated to:
· Tata…… Aku mencintaimu karena Allah...
· Afra…….. Teruslah berkembang nak….
· Halwa…. Cepat gede ya…..

Sya’ban 1427 / Agustus 2006

Gerakan bersama untuk anak kita

Kemarin (24 Agustus 2006), secara tak sengaja saya tersesat di dunia maya dan menemukan situs Tim Olimpiade Komputer Indonesia dan Tim olimpiade fisika Indonesia . Ternyata, anak-anak Indonesia secara intelektual tidak kalah dibanding dengan negara maju lainnya. Buktinya Sindu yang menjadi top coder bersama programmer dari negara Rusia dan Amerika serikat dan mendapat $150,000 yang disponsori oleh AMD. Ada lagi anak-anak cemerlang Indonesia yang mendapatkan medali emas olimpiade fisika akhir-akhir ini.

Kemarin pula saya membaca e-mail yang berisi bahwa ada seorang anak yang belum menginjak remaja yang sudah hapal Al Quran 30 juz. Ada juga yang hapal hadits-hadits dan menguasai bahasa Arab hasil dari homeschooling.

Ternyata ada secercah harapan untuk bangkit bagi bangsa ini. Akan tetapi aku tidak tahu karena apa berita-berita seperti ini kurang terdengar di masyarakat kita. Justru yang terdengar adalah gosip-gosip artis yang berseliweran di kaca-kaca TV masyarakat Indonesia. Mungkin ini cermin sebagian besar orang kita yang suka ghibah dan senang mendengar issue-issue yang sampah itu. Yang membuat hati miris lagi, banyak anak-anak yang lebih hapal lagu orang dewasa yang berisi percintaan (baca : perzinahan), khayalan dan angan-angan, daripada orang dewasa itu sendiri.

Alhamdulillah, aku dan istri sebagai murabbi (pendidik) anak-anak kami, telah bersepakat menggunakan TV hanya untuk menyetel VCD pendidikan seperti anak jenius, profesor cilik, dan lain-lain. Sebisa mungkin kami tidak menonton TV kecuali sedikit saja, misalnya acara teknologi, pendidikan, berita terkini. Dan memang acara itu menempati porsi yang sangat sedikit sekali, diluar itu TV kami matikan. Ada banyak manfaat yang didapat, diantaranya: hemat listrik, hemat waktu (menggunakan waktu lebih banyak ke yang bersifat produktif), dan mudah-mudahan tidak tercemari oleh hal-hal yang negative, anak kita juga lebih banyak bermain dan bersosialisasi untuk mengembangkan syaraf motorik dan sensorik ketimbang duduk pasif di depan TV, orang tua lebih banyak waktu mendongeng untuk anak agar tercipta hubungan emosional positif dibanding anak tersebut mendapat cerita-cerita langsung dari TV.

Wahai para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersama-sama berusaha mendidik anak kita. Marilah bermain, bercanda, membaca, dan melakukan aktifitas positif bersama anak. Kenalkanlah semenjak dini pada anak tentang pencipta alam semesta beserta isinya ini, nabinya, Al-qur’an, ibadah wajib, akhlak yang baik, dan hal-hal positif lainnya yang bermanfaat. Melalui blog ini, aku harap masing-masing dari kita yang membacanya dapat menerapkannya sehingga terbentuk komunitas peduli pendidikan, dari situlah tercipta generasi rabbani yang pada akhirnya terbentuk suatu masyarakat madani.

Written by:
Abu Afra
Agustus 2006Akhir Rajab 1427

I'tibar dari si Fulan (seri 2)

Coretan kisahku yang lalu tentang si Fulan ternyata bisa dijadikan pelajaran hidup terutama untukku yang menghuni dunia ini seumur jagung. Tiga hari setelah rakyat Indonesia merayakan kemerdekaannya, ada berita duka dari seorang temanku. Bermula dari pengumuman di milis bahwa salah seorang istri anggota milis membutuhkan darah AB karena terserang leukemia. Kebetulan darahku AB maka akupun menghubunginya.

Aku melihat ketegaran jiwa beliau, banyak ilmu yang didapat ketika berbicara dengannya. Akupun turut bersyukur ketika beliau SMS mengabarkan bahwa istrinya boleh pulang ke rumahnya untuk menemui kedua putranya. Dari cerita beliau tampak semangat hidup yang menyala dari istrinya. Aku kaget ketika beliau menghubungi untuk memintaku mendonorkan trombositku. Akupun berjanji untuk memenuhi permintaan itu esoknya. Tiba-tiba jam 2:30 AM ada SMS masuk. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, istri beliau akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa. Aku hanya bisa berdoa semoga beliau dan keluarga diberi kesabaran, semoga istri beliau dihapuskan segala dosa dan diberi rahmat oleh Yang Maha Pengasih.

Ada lagi kisah si Fulan lainnya. Dahulu, kesehatan financial keluarganya cukup baik. Semua serba tercukupi. Oleh karena ada suatu peristiwa yang cukup besar, dia mempunyai banyak hutang. Diakhir bulan dia pusing karena untuk membayar hutang tidaklah cukup hanya dari gaji yang diperolehnya.

Kalau diibaratkan, keadaannya adalah kembali ke titik nol. Bahkan boleh dikatakan negative. Beruntunglah dia, karena dia sudah sedikit banyak mempunyai bekal ilmu. Melalui ilmulah seseorang bisa selamat dunia akhirat, tuturnya. Walhasil, dengan ilmunya sebagai insan yang bertauhid, dia menyandarkan diri hanya pada Allah saja, meminta pertolongan hanya kepada Yang Maha Kaya lagi Yang Maha Pemurah.

Dari dua kisah di atas, kita bisa mengambil pelajaran seperti terdapat pada surat Al Baqarah:155 yang berbunyi:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang –orang yang sabar”

Written by:
Abu Afra
Rajab 1427 HAgustus 2006 M

Pelajaran dari si Fulan

I'tibar dari si Fulan.

Perjalanan hidup seorang manusia bisa kita jadikan pelajaran kalau kita bisa melihat dan memahami hakikat hikmah apa yang terkandung di balik adanya kejadian-kejadian yang menghampiri seorang anak manusia.

Begitu juga dengan si Fulan (tidak usah saya sebutkan namanya), saking dekatnya saya dengannya, saya jadi mengetahui permasalahan yang beliau hadapi dan saya (si hamba yang lemah ini) dapat mengambil kesimpulan yang bisa di ikhtisarkan sebagai berikut:

1. Jangan mengambil keputusan tergesa-gesa, karena tergesa-gesa adalah perbuatan syaitan. Apabila kita membeli sesuatu, memutuskan sesuatu, memilih sesuatu, dan lain-lain kita harus memikirkan dampak dan menganalisa hasil akhirnya sambil berdo'a kepada Allah agar diberi petunjuk agar dapat melangkah bersama ketenangan dan keberkahan serta bertawakkal kepada Nya.

2. Di dalam bertransaksi dengan manusia, setiap perjanjian apakah itu jual beli, sewa menyewa,
perjanjian lainnya, dan transaksi lainnya, harus ditulis di atas kertas dan ditandatangani
keduabelah pihak. Kalau perlu ditambahkan dengan materai agar kekuatan hukumnya lebih kuat. Sebab pengalaman si Fulan dalam membeli sebuah rumah, si Fulan telah membicarakan bahwa pelunasan bisa ditolerir sampai dua bulan dan ini sudah disetujui oleh si penjual rumah. Akan tetapi, ditengah perjalanan si penjual ngotot untuk meminta pelunasan segera (setelah sepekan membayar uang muka). Sebenarnya bukan si Fulan yang ingin memperlambat bayar, tetapi proses peminjaman uang di Bank Syariah yang memang lambat sehingga si Fulanpun telat membayar. Yang perlu diingat adalah hal ini bukan termasuk telat, karena sesuai dengan perjanjian awal, pelunasan bisa sampai maksimal dua bulan. Sayangnya, pernyataan keduabelah pihak untuk menyepakati pelunasan rumah sampai dua bulan tidak dinyatakan secara tertulis sehingga si Fulanpun menjadi pusing akan hal ini.

3. Komunikasi yang intens dengan orang lain agar masalah tidak menjadi besar perlu dilakukan agar persoalan apakah itu persoalan suami-istri, atasan-bawahan, orangtua-anak, dan lain-lain cepat disolusikan.

4. Jangan menunda pekerjaan. Karena dengan menunda pekerjaan akan membuat pekerjaan semakin bertumpuk sehingga kalau kita borong itu semua, akan semakin payah dan lelah tubuh kita.

5. Jangan berhutang, biasakan membeli sesuatu dengan cash bukan dengan kredit. Kalau kita tidak punya uang cash, sebaiknya tidak usah memaksakan membelinya. Selalu bersikap qana'ah (sebuah karunia yang diberikan Allah kepada hambanya yang terpilih) membuat hidup kita tenang dan berkah karena merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah. Dalam membeli sesuatu sebaiknya karena kita memerlukannya bukan karena kita menginginkannya.

Sepertinya itu dulu yang bisa saya tulis, soalnya jam istirahat sudah habis. Bersambung Insya
Allah.....
Written by:
Abu Afra
27 Juli 2006