Pages

Teruntuk sahabat fillah

Akan selalu ada dua kondisi yang akan kita alami

Ada taat,, ada maksiat..
Ada senang, ada susah
Ada hidup, ada mati..
Ada tawa, ada tangis..
Ada jatuh, ada bangun..
Ada bahagia, ada duka..

Begitu juga ada pertemuan, ada perpisahan..

Walaupun raga terpisah, semoga jiwa bertemu..

Bertemu dalam rangka mencari kebahagiaan hakiki... Di surga nanti..

Selamat berjuang wahai sanak.. Insya Allah kitakan bertemu kembali..

Jika tidak didunia ini, semoga bersua di kampung akhirat yang abadi..

Di surga bersama bidadari.........

Bogor,
Kala hujan membasahi bumi..
Sedang menunggu waktu keberangkatan ke negeri seberang
 

Bagaimana berinteraksi dengan Al Quran agar meraih kesuksesan hidup

Saya sedang muroja’ah buku yang buku aslinya berjudul Mafaatihu tadabbur Al Qur’an wa annajakh fii al hayah, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia The mystery of the quran secret power.

Salah satu yang dibahas adalah tujuan membaca Al quran, yang saya summary yaitu untuk memperoleh ilmu, untuk mengamalkannya, untuk bermunajat kepada Allah, untuk mengharap pahala, untuk berobat dengannya. 

Ada salah satu bahasan yang membuat saya terkesan dan tersentak, seolah olah saya baru mendengarnya. Untuk menguatkan bahasan ini ke dalam hati, maka saya tulis ulang ke blog ini. Adapun kupasannya adalah sebagai berikut:

Hendaknya anda membaca Quran seperti halnya seorang siswa yang membaca buku pelajarannya di malam waktu ujian. Yakni bacaannya orang yang berkonsentrasi penuh dan bersiap siap untuk diuji habis habisan. Kita semua dalam kehidupan ini sedang diuji melalui Alquran. Diantara kita ada yang giat dan sungguh sungguh dan selalu mengulang ulang kitab tersebut sehingga jawabannya akan selalu tepat dan mantap.

Hendaklah anda membaca Quran seperti seorang pegawai kantor yang sedang membaca daftar peraturan yang mengatur pekerjaannya. Dan hendaklah anda tentukan jawaban setiap transaksi yang membutuhkan koreksi ulang setiap hari. Sudah menjadi ketentuan bahwa seorang pegawai kantor yang sukses adalah yang menghapal daftar tersebut dan memahaminya dengan pemahaman yang begitu cermat dan menyeluruh. Dengan hal ini, maka ia akan tergolong orang yang berprestasi di kantor.

Sesungguhnya Al quran adalah peraturan yang wajib dijadikan referensi dalam setiap situasi dan kondisi kehidupan kita. Oleh karenanya, bagi seorang yang menghendaki kesuksesan hidup, maka hendaklah ia menghapal dan memahami nash nash Al quran, untuk mendapatkan jawaban yang otomatis, cepat dan benar dalam setiap kondisi kehidupan yang ia lewati.

Pembelajaran sesuai kebutuhan dan keinginan anak

Pelajaran module kedua dari online course tentang edukasi yang saya ikuti mulai menarik. Disana dibahas tentang penyusunan kurikulum yang berdasarkan kemauan dan kebutuhan anak. Ini sangat cocok dengan saya yang memulai homeschooling. 

Ada guest speaker yang bilang, "We need to develop our own materials and our own courses.We need to find ways of incorporating them into frameworks. Not just something good enough, but what students really need. We need to make sure they are up to date enough for what students need."

Oleh sebab itu saya mulai brainstorming bagaimana caranya mengetahui keinginan anak atau kebutuhan anak.  Tidak mudah memang, tapi ini adalah perjalanan yang mengasyikkan. Saya mulai dengan menanyakan visi atau cita cita mereka terlebih dahulu, siapa tahu dengan dialog lebih dalam, akan ketahuan kebutuhan mereka sebenarnya. 

Saya dibuat kagum, tertawa, bersyukur, kaget, dan perasaan lainnya. Campur aduk. Ternyata mereka sudah mempunyai pemikiran yang boleh dikata "dewasa". Saya dokumentasikan karena cita cita kerap berubah ubah, contohnya saya sendiri, di kelas satu SD, ingin menjadi astronot. Kemudian mempunyai harapan menjadi pembalap. Ketika SMP bercita cita menjadi politikus. Lalu SMA ingin sekali kuliah di teknik industri agar dapat membuat pabrik dan menjadi pengusaha. Tapi setelah lulus SMA dan ingin ikut UMPTN lagi, berubah total menyukai teknik fisika atau seputar elektronik. Eh, jadinya kuliah di IT. hehehe.. Tapi saya bersyukur, ada salah satu aktifitas yang saya sebutkan di atas yang menjadi kenyataan, yaitu berwirausaha. Terakhir, walaupun saya bekerja lagi di negara orang setelah pensiun dini tapi saya tetap menargetkan akan convert ke full wirausaha. 

Inilah dokumentasi keinginan anak anak saya:

1. Putri, usia 8 tahun , bercita cita ingin menjadi dokter dan menjadi penulis.
2. Putri, usia 6 tahun, bercita cita ingin menjadi dokter anak dan tetap praktek selama belum punya anak, kalau sudah punya anak ingin kerja di rumah menjadi designer.
3. Putra, usia 4 tahun, belum pasti dalam menjawab, tapi jika saya tanya begini,"mau jadi pengusaha ya?". Dia mengangguk.. 

Saya akan melihat dan menunggu beberapa tahun kedepan, apakah keinginan mereka berubah atau tetap konsisten dengan pendiriannya. 

Sekarang saya dalam tahap memantau, meneliti, dan menemukan value/bakat/passion mereka. Dimulai dari berkonsultasi dengan guru psikologi di sekolah mereka. Alhamdulillah menemukan sedikit titik terang. Akhirnya jadi tahu learning style mereka. Saya akan berusaha lagi menggali potensi dan keinginan mereka, sehingga saya dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka agar mereka enjoy dalam melakukan belajar.

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

Sebenarnya orang yang paling bahagia adalah orang yang pas pasan. Pas lagi memerlukan sesuatu, pas ada kesempatan yang mudah untuk mendapatkannya. Hal yang sama yang saya alami saat ini. Di saat saya ingin menerapkan homeschooling dalam rangka membina generasi rabbani, Alhamdulillah ada online course dari Stanford University dengan tema Designing a new learning environment
 
 
Sekarang saya sudah memasuki lecture yang pertama. Pada pekan ini, saya sudah mendapat assignment berupa paper yang harus sudah disubmit beberapa pekan lagi. Saya juga secara paralel mendapat tugas kelompok untuk final project nantinya.
 
Yang saya ingin fokus pelajari adalah bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, metoda untuk melaksanakan hal ini di dalam aktifitas homeschooling, mungkin juga ditambah dengan merencanakan business model di bidang edukasi.
 
Di dalam lecture 1 ini, Alhamdulillah saya sudah mendapat banyak informasi berupa metoda, tips, tools, teori yang berhubungan dengan pembelajaran. Insya Allah saya akan terapkan pada aktifitas homeschooling di rumah saya.
 
Untuk mendokumentasikan hal di atas, saya sudah membuat blog baru dengan tema learning with abi and ummi . Mudah mudahan saya sempat untuk mendokumentasikannya di blog ini.
 
 
Abu Afra
Menjelang dimulainya petualangan baru bersama anak anak.