Pages

Lelaki ideal

Wahai sobat, tahukah kamu siapakah lelaki ideal itu? Mereka adalah…..
Lelaki yang ketika masa remaja sibuk menuntut ilmu sebagai bekal hidup, terjaga pergaulannya dan senantiasa ghadul bashar, menghiasi masa remaja mereka dengan prestasi, senantiasa dekat dengan masjid, mempraktekkan akhlaq yang baik dengan orang tua, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, banyak bergaul dengan orang shalih….
Lelaki yang tumbuh menjadi pemuda mandiri, dan bersiap untuk memilih istri shalihah, yang dewasa pemikirannya, mempunyai visi yang jauh ke depan, yang akhirat menjadi tujuan akhirnya, pemuda yang memegang sunnah nabi walau dianggap asing oleh sekitar bagaikan menggenggam bara api…….
Lelaki yang menjadi suami yang bertanggung jawab bagi istrinya, bergaul dengan istrinya dengan akhlaq yang baik, yang mandiri dan mencari nafkah yang halal dan thoyyib untuk diberikan kepada keluarganya, memberi makanan kepada keluarga sebagaimana dia makan, memberi pakaian kepada keluarga sebagaimana dia berpakaian, memberi tempat tinggal yang baik kepada keluarga, suami bercanda dengan istri dan anaknya, yang mendengar curhat istri dan anaknya, yang menghormati istri dan anaknya, yang berbakti kepada orang tuanya dan orang tua istrinya……
Lelaki yang menjadi ayah yang amanah, yang memberikan pendidikan bagi anaknya, yang bermain bersama anaknya, yang mengajak mereka rihlah untuk tadabbur alam dan membuat mereka senang, yang dapat memotivasi anaknya agar mempunyai akhlaq dan berprestasi baik…..
Dan masih banyak lagi contoh yang Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan dan praktekkan di kesehariannya..
Wahai sobat, kita sangat sadar bahwa kita masih jauh dari contoh di atas, maka marilah kita berdoa agar diberi hidayah taufiq dari Allah agar diberikan kekuatan untuk mengamalkannya ikhlas karena Allah…..
 
Thobari area,
hamba lemah yang berusaha untuk mencontoh sang tauladan

After going global, What's next?

After going global, what's next?

Keep dreaming ya abu afra... socialpreneur adalah jawabannya. Lakukan aktifitas yang dapat mendekati visimu.

Luruskan niat, bacalah hadits ini berulang ulang, implementasikan dikeseharian.

Hadits pertama:

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

Sumber: http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/keutamaan-cinta-akhirat-dan-zuhud-dalam-kehidupan-dunia.html

Hadits kedua:

حَدَّثَنَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ هَانِئٍ ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى ، ثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْحَوْضِيُّ ، ثَنَا سَلامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ ، ثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ قُرَّةَ ، عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآَلِهِ وَسَلَّمَ : " يَقُولُ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي ، أَمْلأْ قَلْبَكَ غِنًى ، وَأَمْلأْ يَدَيْكَ رِزْقًا ، يَا ابْنَ آدَمَ ، لا تَبَاعَدْ مِنِّي ، فَأَمْلأْ قَلْبَكَ فَقْرًا ، وَأَمْلأْ يَدَيْكَ شُغْلا

Imam al-Hakim telah berkata) Telah berkata kepada kami  Muhammad bin Shalih bin Hani , (Muhammad berkata) telah mengabarkan kepada kami  Yahya bin Muhammad bin Yahya , (Yahya berkata) telah mengabarkan kepada kami Hafsh bin Umar al-Haudiy , (Hafs berkata) telah mengabarkan kepada kami  Salaam bin Abi Muthi' , (Salam berkata) telah mengabarkan keepada kami  Muawiyah bin Qurrah  dari  Ma'qil bin Yasaar  radhiallahu'anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda: "Rab kalian Tabaaraka wa Ta'ala, telah berfirman: 'Wahai anak Adam, gunakanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan rasa kecukupan dan memenuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam, janganlah engkau menjauh dari-Ku (karena apabila engkau melakukannya), niscaya Aku akan menjadikan hatimu penuh dengan kefakiran dan menjadikan kedua tanganmu penuh dengan kesibukan.  Hadits Shahih   (HR. al-Hakim, beliau menshohihkannya dan disepakati oleh adz-Dzahabi IV/326 no. 7926 dishohihkan Syaikh Albani dalam Silsilah Ahaadits as-Shohihah III/347)

Sumber: http://belajarhadits.com/index.php?option=com_content&view=article&id=195:takhrij-hadits-luangkan-waktu-untuk-beribadah-kepada-allah&catid=45:pembahasan&Itemid=63
 
Al Udaid Tower,
Di musim dingin awal tahun 2013

 

Optimasi google apps

Selama ini saya hanya memakai aplikasi google email saja dan Gtalk untuk chatting. Itupun untuk email hanya send dan receive saja. Setelah ada kebutuhan untuk memanage resource dan berkolaborasi lebih lanjut, barulah saya sadar ternyata google apps ini sangat powerful untuk keperluan tersebut. Saya hanya belum mengoptimasi fitur yang ada, dan setelah saya membongkar fitur yang ada, barulah saya sadar dan memutuskan untuk menggunakan google apps untuk aktifitas homeschooling. Terima kasih kepada google yang telah membuat google apps for education.
Saya telah mencoba dan mengaplikasikan membuat jadwal aktifitas homeschooling, to do list, reminder, appointment, berbagi pakai document seperti presentasi, word, spreadsheet, video, membuat announcement, portofolio, gallery, progress report, dokumentasi kegiatan, lesson plan dan seterusnya.
Alhamdulillah, google apps for education Insya Allah akan kami implementasikan untuk semester akhir ini.

Melawan Mental block

Para motivator menyebutnya mental block, ada yang mengungkapkannya sebagai hambatan psikologis, ada juga yang mengistilahkan kendala imaginer. Apapun sebutannya, substansi masalahnya adalah sama yaitu adanya pikiran negatif yang membuat terhambatnya kita untuk melakukan sesuatu.

Beberapa tahun lalu saya mengalami hal ini. Sewaktu di milis yang saya ikuti, ada praktisi yang menceritakan tentang homeschooling. Begitu naturalnya mereka menceritakan kisah yang mengasyikkan. Memang orang yang "walk the talk" ketika mereka bercerita akan terasa hidup dan bergelora karena mereka berbicara mengenai apa yang sudah mereka lakukan.
Begitu nyata contohnya dan Masya Allah begitu menakjubkan hasil hasil yang ditunjukkan anak anak Homeschooling di komunitas mereka. Membuat urat syaraf saya bersatu untuk menekan hipofisis agar otak menyuruh agar saya melakukan HS untuk anak anak saya.

Tentu saja, ada bagian di otak saya yang melawan pemikiran ini. Saya tidak tahu tepatnya dimana, yang jelas bagian ini memunculkan pemikiran pemikiran yang melemahkan keinginan saya untuk homeschooling. Dengan lihai, bagian ini memunculkan pertanyaan pertanyan, seperti: "apakah kamu bisa ngajarin anak?", "Kamu kan bukan lulusan keguruan?", "nanti anak anak sosialisasinya gimana?", "ntar ijazahnya gimana?", "apa nggak susah nanti cari pekerjaan?" , dan seterusnya......

Hmmmh.. Tulisan pak Iqbal tentang kendala imaginer sangat bagus menjelaskan tentang hal ini. Saya akan bercerita pengalaman tentang melawan mental block ini.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengumpulkan pertanyaan2 bernada negatif tadi. Setelah terkumpul, saya investigasi (melalui studi literatur atau konsultasi dengan praktisi) untuk menemukan jawaban pertanyaan tadi. Contohnya: pertanyaan tentang bagaimana anak2 HS mendapat ijazah. Ternyata setelah mengumpulkan informasi, mendapatkan ijazah semudah anak2 sekolah di sekolah konvensional.
Langkah kedua, setelah mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya mengenai HS, maka saya menciptakan atmosfir HS dengan mengikuti komunitas HS. Datang pada acara acaranya. Berinteraksi dengan praktisi yang sudah pengalaman. Dan jangan malu bertanya kepada mereka.

Langkah ketiga, informasi ini saya distribusikan kepada anak anak secara perlahan, membawa dan mengenalkan mereka ke anak2 HS di acara komunitas tsb.
Langkah keempat, langkah ini yang menjadi pilar penting dan yang paling utama yang harus dilakukan sebelum, sedang dan setelah serta terus menerus yaitu berdoa agar diberikan kekuatan untuk menjalaninya.

Sebenarnya langkah ini saya copy paste sewaktu saya sedang melawan mental block untuk menjadi wirausahawan. Alhamdulillah saya berhasil melewatinya, dan puncaknya pada pensiun dini tahun kemarin, walau setelah itu saya memutuskan untuk kembali bekerja kantoran di negeri sebrang untuk mencoba berpetualang di universitas kehidupan.

Insya Allah langkah langkah di atas bisa dicoba untuk melawan mental block untuk melakukan sesuatu agar bergerak dari zona nyaman ke zona nyaman lain.. Selamat move on....