Pages

Sebuah percakapan di warung kopi

Pada suatu malam menjelang tarawih di warung kopi, terdengar pembicaraan hangat antara dua orang sahabat yang bernama si Otong dan si Amat.

Otong: Gimana ya Mat?

Amat: Kenapa lagi sih Tong?

Otong: Apakah kejadian ini menjadi percepatan supaya gue full TDA ya? Hmmmh..

Amat: Iya, mudah2an aja, kan omset loe sudah bisa nyampe 20 jutaan. Coba bayangin kalo loe full  mengurus dagangan loe, wah bisa nyampe ratusan juta tuh…

Otong: Aamiin…

Amat: Coba ceritain aja, gue kan sahabat loe, siapa tahu gue bisa ngebantu dikit..

Otong: mhhmmh… Begini…. Gue dianggap nggak bertanggung jawab, karena pernah salah dalam mengerjakan suatu kerjaan.

Otong:Gue juga dianggap nggak ada kemajuan selama ini…. Seandainya mereka tahu dan empati terhadap kondisi gue…  Mengapa gue jadi begini?

Amat: Emang elo kenapa?

Otong: Gue tuh sudah jenuh dengan rutinitas keseharian kerja di bidang ini terus , karena tidak sesuai dengan bidang yang gue citacitakan waktu ngelamar kerja dulu, yah gue korban system. Apakah salah gue minta pindah ke bagian lain? Sementara temen2 gue yang lain dengan mudahnya pindah sana sini..

Otong: Justru karena tanggung jawab gue lah, gue paksain banget banget , ngerjain tugas2 yang diberikan walaupun gue sudah jenuh banget. Loe tahu sendiri kan hasil kerja kalo ngerjain dengan kondisi hati yang berusaha ngerjain tugas dibanding ngerjain tugas dengan rasa enjoy?

Amat: Loe tetap salah Tong, kan waktu pas ngelamar, loe sudah tanda tangan siap bersedia ditempatkan dimana saja?

Otong: Trus apa fungsinya pas wawancara gue ditanya minat kamu dimana? Gue kan merhatiin temen2 gue, mereka pada bisa tuh pindah di tempat yang sesuai dengan keinginan die.

Amat: Oalah Tong…. Tong… Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau Tong!

Otong:Yah, itu mah jawaban rezim soeharto … Nenek2 juga tahu pepatah itu, kan termasuk hak asasi manusia juga untuk bekerja di tempat di mana dia sukai, supaya hasil kerja lebih maksimal.

Amat: Ya udah, kalo loe ingin bebas, terbebas dari kesalahan system itu, keluarlah dari system itu, lagian kan loe udah dagang, urusin aja dagangan loe, maksud gue bukannya sekarang loe nggak ngurusin dagangan, tapi kan setengah2, yang setengah ngurusin kerjaan kantor, setengah lagi ngurusin dagangan. Nah, kalo loe ngurusin 100% dagangan loe, Insya Allah hasilnya pasti dahsyat….

Amat: Mumpung bulan puasa nih, gue nasihatin loe dalam perspektif agama, ceileee!! Begini, menurut gue, jadi pedagang akan membuat Tauhid dan Aqidah loe menjadi lebih kuat.

Otong: Kenapa bisa begitu, bukankah jadi pegawai bisa juga Tauhid dan Aqidah kite kuat? Wah, loe jangan dikotomis alias membuat kotak2an gitu dong..

Amat: Maksud gue, jadi pedagang kan source penghasilan kita nggak menentu, kadang sepi kadang rame, nah justru disitu membuat kebergantungan kita kepada Allah semakin kuat, doa kita juga semakin banyak baik dari segi kuantitas dan kualitas..

Amat: Bandingkan dengan pegawai yang tiap bulannya dapat gaji yang tetap, iya kalo pegawai itu pandai bersyukur, tapi kalo pegawai itu termasuk yang kufur nikmat gimana?

Otong: ya udah, kalo gitu gue siapin mental deh untuk pensiun muda aja ya, siapa tahu wirausaha ini memang dunia gue..

Amat: Dengan loe pensiun, mungkin masalah yg loe hadapi sekarang tereliminasi, tapi selama loe hidup di dunia ini, masalah tetap ada, karena dunia yang loe akan masuki sekarang adalah dunia yang penuh dinamika, bukan orang2 shalih dan jujur saja yang memasukinya tapi orang2 licik dan penipu serta tidak kenal Tuhanpun memasukinya. Loe akan memulai perjalanan yang penuh onak dan duri, berliku dan panjang. Tapi jika loe sabar, Tauhid dan Aqidah loe kuat, Insya Allah loe akan berhasil melewati jalan itu dengan kesuksesan.

Otong: Wah, Mat, tumben loe bijak hari ini… Gak percuma gue punya temen loe..

Amat: Inikan, buah dari puasa kita Tong, mudah2an gue bijak tidak hanya di ramadhan aja .. hehehe..

Otong: Ya udah deh, sementara ini gue sabar menjalani ini, sampai pada akhirnya nanti, gue akan proklamirkan diri gue pensiun muda. Jazakallah khairan Mat, atas nasehat loe, yuk kita ke masjid, sebentar lagi Adzan Isya…

Amat: Hayuk….

[Bersambung dengan kisah selanjutnya]

Workshop Mental Block Breaker


Walaupun acara yang digawangi oleh TDA-Management ini telah berlalu, tapi tidak ada salahnya untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut agar dapat memperoleh informasi ini kembali jika ingin merefresh ilmu ini. Dibawakan oleh rektor Institut Kemandirian, Zainal Abidin, yang biasa disapa Bang Jay, workshop ini terasa hidup dan mencerahkan.

Banyak faktor yang membuat mental kita terblok, entah itu faktor keturunan, lingkungan, pendidikan yang didapat dari kecil, dan lain lain. Dengan mengetahui faktor tersebut sangatlah mudah bagi kita untuk memecah blok mental kita.

Anggap diri kita sebuah titik kecil ditengah lingkaran besar. Titik itu adalah kita dan lingkaran tersebut adalah lingkungan tempat dimana kita menjalani kehidupan dengan segala dinamikanya. Kadangkala ada masalah yang menyita perhatian kita, langkah yang harus kita lakukan adalah keluar dari penjara lingkaran dan melihat dari luar, agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Kadangkala kalau kita melihat persoalan dari tempat yang berbeda dan keluar dari pakem yang ada, ternyata mudah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut bahkan dari arah yang tidak disangka oleh kita.

Kita dapat melakukan pemaksaan sebagai langkah awal untuk merubah kebiasaan buruk kita sehingga dengan paksaan tadi kebiasaan baik sebagai pengganti kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan akan masuk ke dalam subconcious mind (pikiran bawah sadar kita).

Ada rumus sukses yang perlu diimplementasikan dalam keseharian kita, yaitu: 12C. C pertama adalah coba, kedua adalah coba, ketiga coba lagi, terus sampai 12 kali. Jika kali ke 13 belum berhasil juga tambahkan C tersebut ke dalam formula kita.

Namun ada yang menarik dari penerapan penggunaan subconciuos mind, ternyata metoda yang dipakai oleh Bang Jay ini hampir mirip dengan Napoleon hill yang juga menjelaskan metoda ini di bukunya Think and Grow Rich.

Dibawah ini dokumentasi foto :

Para crew workshop sedang bergaya


Para peserta workshop


Lagi Coaching

Seminar Masyarakat enterprenur Indonesia



Terletak di kampus Jayabaya Pulomas, digawangi oleh Bang Valentino Dinsi (Lets Go Indonesia), dan narasumber dari berbagai komunitas entrepreneur di Indonesia, acara ini sangat hangat membakar dan inspiratif bagi para peserta.


Semua pembicara yaitu, Pak Roni (TDA), Pak Bambang, Pak Budi, Pak Sahmullah Rivqi, dan teman-teman sangat antusias untuk sharing mengenai dunia entrepreneur kepada peserta, dan semua sepakat untuk mengadakan kegiatan ini setidaknya sebulan sekali dan FREE sehingga dari tukang becak sampai karyawan berdasi dapat ikut serta dalam acara ini.


Namun, dari semua pembicara ada dua point yang menurut saya harus digaris bawahi, yaitu paparan dari Pak Rivqi dan Mas Elang. Yang saya ingat adalah dalam berusaha ada dua faktor yang mempengaruhi kesuksesan yaitu faktor teknis dan non teknis. Faktor teknis diantaranya adalah management, ilmu marketing, keuangan, cash flow, dan lain lain. Dan faktor ini mempunyai porsi hanya 20% dalam menentukan kesuksesan. Sementara sisanya yaitu 80% adalah faktor non teknis.


Akan tetapi, sangat disayangkan kebanyakan kita berkutat dan fokus pada faktor teknis di atas. Kita mati matian memperjuangkan faktor yang hanya berporsi 20% itu. Kita agaknya lupa untuk mengejar faktor yang lebih besar yaitu faktor non teknis.


Apakah faktor non teknis tersebut? Jawabnya adalah kedekatan kita kepada Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, hubungan kita kepada Sang Maha Penolong, kebergantungan kita kepada Allah Yang Maha ‘alim, Sang Pencipta manusia yang menemukan ilmu management, keuangan, marketing, dan lainnya.


Ada banyak lagi faktor non teknis yang dapat dituliskan di sini, yaitu bagaimana hubungan kita dengan sesama, sudah berapa banyak makhluk Allah yang telah kita zalimi, bagaimana hubungan kita dengan alam, seberapa pedulikah kita terhadap sesama.


Lain pak Rivqi, lain pula Mas Elang, beliau menyadarkan bahwa kebangkitan nasional pada zaman dahulu berhasil diperjuangkan oleh Sarikat Dagang Islam yang sukses mengalahkan hegemony VOC. Ini artinya kebangkitan nasional dimulai dari pergerakan hebat di sektor ekonomi dan ini digerakkan oleh para enterpreneur sejati.


Akhirnya, secara aklamasi Bang Valen diangkat menjadi ketua Indonesian Entrepreneur Association. Mudah-mudahan kebangkitan nasional yang sejati dapat dimulai dari sini.

Menang di ICT Gunadarma Award

Alhamdulillah, puji syukur tidak terkira kami sampaikan kepada Allah yang telah mengarunia kami begitu banyak nikmat. Salah satunya adalah memenangkan Universitas Gunadarma ICT Award 2008 kategori UKM ( http://ictaward.gunadarma.ac.id/ )



Walaupun juara Harapan 3, tetapi bagi kami yang baru memulai membuka show room online apalagi memakai yang gratisan (blogspot) dengan teknologi serta keahlian yang seadanya, itu merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Insya Allah, melalui ini kami akan terus mengupdate teknologi dan system agar usaha kami makin bertambah maju..

Terima kasih kepada tim penilai Universitas Gunadarma - ICT Award 2008 yang telah memberikan kepercayaan kepada kami ( www.muslimahactivewear.com ) sehingga dapat menggondol juara Harapan. Insya Allah hadiahnya akan kami gunakan sebagai tambahan untuk membeli Notebook baru, karena kami nantinya akan lebih mobile lagi sehingga diperlukan sebuah notebook baru.

Oh ya, btw, kami sudah mempunyai web store tampilan baru, silakan lihat di http://rizqycollection.co.cc

Wassalam,
Irwin J Zubir / Yanti Novita
Owner Muslimah Swim wear Rizqy