Pages

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Pohon berbuah manis

Saya dilahirkan di kota yang berhutan beton. Terletak di pusat kota yang sekarang ini semakin banyak saja pohon pohon betonnya alias gedung yang mencakar langit. Dibesarkan di lingkungan yang antara pohon hijau dan gedung berlomba lomba tingginya.

Bosan melihat beton, semenjak remaja saya bercita cita ingin memiliki rumah dengan halaman hijau yang luas dan penuh dengan tanaman warna warni indah dan pohon yang bisa dipetik buahnya. Alhamdulillah, setelah saya menikah akhirnya saya diberi karunia untuk memilikinya.

Halaman rumah saya ada tiga, satu halaman depan. Ada banyak tanaman disana seperti euphorbia, lidah mertua, dan tanaman lain yang saya tidak mengingat namanya. Yang kedua ada di tengah tengah rumah, dulu terdapat pohon singkong disitu. Akan tetapi setelah dipanen singkingnya, saya menggantinya dengan pohon mangga. Yang terakhir adalah halaman belakang, disanalah terdapat pohon pohon pisang, salak, tanaman zodia, daun pandan, dan lainnya.

Hitung hitung ikut meramaikan hari bumi dan kampanye Go Green dan Oleh karena sering berinteraksi dengan pepohonan dan tanaman, saya mengilustrasikan perjalanan bisnis dengan hal di atas.

Cobalah ibaratkan bisnis yang kita jalani dengan pohon. Ada benar benar pohon yang kita tanam sedari kita menanam bijinya, atau pohon yang kita beli sudah agak besar. Begitu juga dengan bisnis, ada yang memulai bisnisnya dari nol yang benar benar dia mengawali dari pertama, atau juga yang memulai dengan membeli bisnis yang sudah agak besar dengan franchise misalnya.

Ada ungkapan yang sangat menarik menurut saya, dan sudah saya tulis di status twitter saya, kalimat tersebut adalah:

'Tanaman bisnis yg rajin disiram dengan air kesabaran, pupuk keuletan, dan perawatan yang persisten akan besar dan berbuah manis'

Saya ingat, beberapa tahun yang lalu, saya berjalan dari bazaar ke bazaar, mengangkut dagangan. Awalnya ada rasa berat dan malu dihati. Ada teriakan sinis dihati saya,"yah payah, masak sarjana IT ngangkut dagangan, pake bis lagi". Tetapi, saya lawan api teriakan tadi, saya siram api itu dengan air kesabaran. Terjadilah dialog di hati antara pro dan kontra, Alhamdulillah akhirnya menanglah kesabaran.

Lalu saya beri pupuk bisnis saya di atas agar terjadi akselerasi pertumbuhan. Berawal dari blog gratisan, saya rawat blog tadi dengan persisten yang akhirnya ada pembeli dari luar Indonesia yang membeli produk saya.

Pertanyaannya sekarang, apakah saya masih sabar, ulet, persistent? dan apakah bisnis saya sudah besar dan sudah berbuah manis? Hmmmhh... saya tidak tahu jawabannya :-)

Semoga tulisan pagi ini, menginspirasi pembaca. Jikalau tidak ada yang membacanya, dengan menulis ini setidaknya saya berharap agar tanaman passion saya mulai tumbuh dengan indah.

Wassalam,
Abu Afra
[Yang lagi dipersimpangan jalan]

Planet Beku Bogor


Dalam bertransformasi, sesuatu dibumi ini memerlukan sebuah aktifitas yang dinamakan proses. Demikian pula dengan saya dan teman teman yang tergabung dalam pesantren wirausaha angkatan pertama

Yup, kita berkolaborasi bersama dan bertransformasi yang dimulai dari kick off oleh sang mentor, mencari ide bersama, mengimplementasikan ide, menghadapi persoalan dan masalah bersama, berusaha memecahkan masalah bersama, hingga tak terasa waktu bergulir tibalah saatnya kami mengeluarkan sebuah produk makanan sehari hari yang penyajiannya cepat yang kami namakan planet beku. Itulah proses yang kami alami bersama, sebuah proses yang kami enjoy menikmatinya walau dalam perjalanan kami menjumpai aral yang melintang.

Makanan ini tanpa bahan pengawet. Kenapa bisa tahan sampai 6 bulan? karena kami olah dan bekukan di freezer. Oleh karena itu kami namakan produk ini planet beku. Cara penyajiannya juga cepat, hanya dipanaskan dan siap disajikan.

Kami tawarkan solusi ini untuk Anda yang super sibuk, dimana tak sempat lagi mengolah makanan karena saking mengejar pergi ke kantor pagi untuk menghindari kemacetan yang super parah di jakarta dan sekitarnya. Atau bila Anda sang suami yang kebetulan istrinya sedang pergi bersama orang tuanya, dan Anda lapar tapi tidak bisa masak, dengan planet beku masalah Anda akan teratasi. Bila yang membantu Anda memasak pulang kampung, dan Anda tidak sempat memasak karena kesibukan mencari nafkah, Anda bisa memasak instan dengan produk kami.

Jenis masakannya sudah beragam, antara lain: gulai kambing, rendang, sambal goreng ati, sop buntut, sop daging, sop iga, soto daging, nasi goreng, ikan tuna balado, ayam bakar, dan opor ayam.

Untuk info lengkap rencananya saya akan membuat web site informasi khusus planet beku bogor, dan Insya Allah akan saya siapkan agar Anda langsung melihat lihat informasi dan jika berkenan mencoba atau bahkan menjadi agen kami di Bogor.

Sementara ini, jika ingin informasi lengkap produk bisa YM ke saya : irwinjz , atau email ke : abu.afra@gmail.com

Terkena Virus

Virus. Satu kata yang ditakuti sebagian besar orang. Oleh karena bila ia menyebar dan membuat orang sakit, bisa membuat geger mayoritas masyarakat. Contoh yang terakhir adalah virus flu burung dan flu babi.

Pada umumnya, kita sebagai orang yang berakhlak baik tidak sepantasnya menyebarkan virus ini. Apalagi menyebarkan dengan sengaja agar orang lain menderita penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Akan tetapi saya justru menyebarkan virus kepada kakak saya. Lho!! kok gitu? Mungkin Anda bertanya terheran heran kepada saya. Bukan, yang saya sebarkan ini bukan virus biasa, tapi virus luar biasa. Namanya virus wirausaha. Alhamdulillah, setelah masa inkubasi beberapa lama, akhirnya beliau berdagang juga.

Kakak saya ini berjualan aneka permainan anak anak, stationery, makanan kecil, minuman, herbal, dan lain lain. Akan tetapi, yang utama adalah barang barang yang digunakan untuk kado, seperti buku tulis, pensil, ballpoint, penghapus, spidol, dan banyak lagi barang barang untuk hadiah atau kado atau pemberian. Produk terbaru andalan beliau sekarang adalah sandal jepit unik dan bagus.

Jadi bila Anda ingin berbelanja alat alat yang saya sebutkan di atas, kunjungi saja jl. Cempaka Baru 1 No. 8, Jakarta Pusat. Lokasinya dekat bioskop miss Tjitjih. Mengenai foto foto sandal unik dan foto foto toko beliau, saya tampilkan menyusul ya.

Agen majalah Pengusaha Muslim di Bogor

UPDATE:
Di bawah adalah informasi yang lama. Informasi baru adalah majalah pengusaha muslim adalah majalah komunitas, jadi anda bisa mendapatkannya via komunitas KPMI di wilayah masing-masing. Contohnya: jika domisili di bogor maka anda dapat menghubungi KPMI (komunitas pengusaha muslim Indonesia) wilayah Bogor.

===================================



Di bawah ini adalah daftar agen majalah pengusaha muslim di seluruh daerah. Jika Anda berdomisili di Bogor, silakan menghubungi :

Bogor, Irwin Juliandi Zubir, Jl. Janaka Raya No.28, RT/RW: 02/15 , Perum Indraprasta II, 0812 1070 817


Jika Anda sedang berada di sekitar warung jambu, Bantarjati, Villa Duta, Villa Indah Pakuan, Tanah Baru, dan sekitarnya dan ingin mendapatkan majalah pengusaha muslim, silakan hubungi alamat di atas atau call ke nomor telepon di atas.

Daftar Agen Tempat Membeli Majalah Pengusaha Muslim

Bali - Denpasar
- Rosnawan Harsetio, Jln. Tukad Banyusari No. 30, Br. Kaja, Kel. Sesetan, 0361 2078 504
- Irfan Bin Zaenun, Jln. Gunung Gedhe Gg Nenas No 1. Banjar Mekar Buana Kel. Padang Sambian, 0361 873 7556, 0812 3754 5045

Banten
- Serang, Bambang Setiaji, Komp Citra Gading Blok G 7 No 17, Cipocok Jaya, 0254 7042 650, 0254 911 3761
- Tangerang, Yulianto, Jl. Merdeka A1 No.1 (Gama Setia) Serua, Ciputat , 021 9976 7799, 0812 4452 8888
- Tangerang, Asep Saepudin, Vila Dago Pamulang C9 No 12A, Tangerang Selatan 15416, 0819 0590 1832

DIY
- Yogyakarta, Sarana Hidayah, Jl. Selokan Mataram - Karang Asem CT III No.3 , -
- Yogyakarta, GEO BUSINESS CENTRE, LPP CONVENTION HOTEL, Jl. Demangan Baru No. 8, , 0274 301 7186, 0856 2875 412
- Yogyakarta, Rinto Adi Cahyono, Kompleks Islamic Centre Bin Baaz Jl. Wonosari KM. 10, Sitimulyo, Piyungan, 0811 250 9750

DKI Jaya
- Jakarta Barat, TARSONO, Jl P. Tubagus Angke Gg Siaga II RT / RW : 10 / 04 No 132 B Kel. Angke, Kec. Tambora, -
- Jakarta Timur, Husni, Jln. Cipinang Muara I No 30 (H. Hanafi) RT 12/02, 021 8660 2671, 0812 8843 4830
- Jakarta Timur, SALMA AGENCY, Jl. Raya Pondok Gede No. 13 (Seberang Terminal Pinang Ranti) , 021 7079 5643

Jawa Barat
- Bandung, Faizal Anwar, Jl. Makam Caringin RT/RW 03/02 Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay 40224, 022 5406 353, 0819 1053 4496
- Bandung, Aria Rangga Dwipa, Jl. Ligar Melati Dalam No A4 RT 06/23 Awiligar 40191, 022 2503 247, 022 2514 639, 0856 5911 2388
- Bandung, Azzy Agency, Jl. Geger Kalong Girang 41/ Pertigaan Geger Kalong Tengah, 0816 627 219
- Bandung, Mahabbah Agency, Jl. PLN Cigereleng No. 21, Muh. Toha Km 4 BANDUNG (Belakang SDIT Luqmanul Hakim), 0812 2314 007, 022 522 8276

- Bekasi, Ramadhan AGC, Perum Margahayu Jaya, Jl. Nusa Indah III Blok B No. 292 RT. 07/20 Margahayu, 021 70211350
- Bekasi, JUHDI, Perumahan Kartika Wanasari Blok B5 / 20, RT 003/011 Ds Wanasari, Cibitung, , 021 6881 4824, 0852 8582 0010
- Bogor, Toko Buku dan Herbal Bogor Islamy, Jln. Raya Taman Cimanggu No. 19, 0251 217 5060, 0818 176 848
- Bogor, Anak Sholeh, Jln. Menteng Gg Mambo No 22 RT 01/04 Kel. Menteng Kec. Bogor Barat, 0251 482 3858, 0812 1898 7172
- Bogor, Jaya Agency/ Jaya Keramik, Kaumpandak, Karadenan RT. 04/03 No. 10 Cibinong, 0857 1576 6826
- Cilegon, Achmad Bahauddin , FT. UNTIRTA, Jl. Jend. Sudirman KM. 3 , 0254 395 502, 0852 1618 4303
- Cilegon, Rahmat Cell, Kp. Tegalwangi Rt. 05/01 No. 40 Ds. Rawa Arum Kec. Grogol , 0254 9253906, 0812 8498 041

- Cirebon, Toko Reefanne, Jln. Belokan Hotel Patra Jasa No. 5 Kedawung By Pass, 0231 339 5139
- Depok, Ari Kurniawan, Jln. Poinmas No 1 RT 04 / 09 kel. Mampang Kec. Pancoran mas, 0811 811 6272

- Karawang, Ridho Agency, Perum Puri Kosambi I Blok Q 20 RT.01 No.16 Ds Duren Kec. Klari, 0852 1698 4508
- Karawang, Al Muslim / Laa Tahzan, Jln. Kedasih Raya Blom A1 No.10 Kota Hijau Cikarang Baru 17550, 0813 1788 2443
- Karawang, Yogaswara, Dusun Sentul RT. 02 RW. 02 Desa Cikampek Selatan, 0857 1024 0471, 0857 1478 2191
- Karawang, Az Zahra Agc, Jln. Jendral Sudirman 163 (Depan Gang Sawo) Bakanmaja, Cikampek, 0813 9877 8766

- Majalengka, ROSSENDA, Blok Baru RT. 02 RW. 10 Desa Genteng Kec. Dawuan , 023 366 1988, 0852 9577 7738
- PURWAKARTA, An Najah AGC, Jl Basuki Rahmat No 5 , 0812 976 4361

- Tangerang, Bilhaq Publishing, Puri Bintaro Hijau Blok B5 No.2 Pondok Aren Cileduk , 021 7044 9090, 0816 1166 005
- Tangerang, Ikhlas_syifa, Jl. Anoa Raya No. 23, Perumnas II, Cibodas , 0856 9756 5852

- Tasikmalaya, Abu Salman, Jln. Terusan Paseh BCA No. 11 Tuguraja Ma'had Ihya Assunnah, 0811 565 910
- Tasikmalaya, - Ibnu Agency, SDIT Ibadurrohman Jln. Parakannyasag Kec. Indihiang , 0265 2353273, 081 5621 0831

Jawa Tengah
- Banyumas, PURBALINGGA Agen, Jl. Raya Banjarsari Kidul 04 RT. 03 RW. 04 Sokaraja , 0816 900 212
- Cepu, SNComputer, NGARENG SAWAHAN LR.IIB/10 RT. 002 RW. 001, 029 642 3945, 029 6510 9344
- Karanganyar , Nur Sidiq, Jangganan RT 03/02 (Utara SMPN 2 Karangpandan), Bangsri Kec. Karangpandan, 0852 9325 2533
- Klaten, AA moslem Agc, Jl. Mlandang 023-10 Gg Al Huda Tempursari Ngawen 57466, 0852 2990 9198
- Lasem, Hadziq Shalih, Jln. Kalamunyeng No. 5 Lasem (59271) Belakang KUA, 0813 9013 9765
- PURWOKERTO, SHS AGENCY, PERUM KEDUNG WRINGIN BLOK D RT 01 RW 08, PATIKRAJA, 0281 622 485, 0813 2706 1999
- Salatiga, Ahmad Zainuddin, Jl KH. Dahlan No 6, 0812 2922 962, 0856 4111 9490

- Solo, Multimedia Servitama, a/n. Bpk.SUWANDI MARGOREJO, RT/ RW X (DEKAT MASJID AL ISTIQOMAH) , 0271 726 003, 0888 296 7080, 08562993571
- Solo, Aziz AGC, Jl. Kebangkitan Nasional Kios No. 21, Selatan Stadion Sriwedari Solo, 0818 0457 2692

- Sragen, Iwan Setiawan, Desa widoro RT 54/12 Jln. Sumba Sragen Wetan (Adila Resto), 0271 806 8500

- Sukoharjo, Bulu AGC, Bulu RT 1/6 Bulu (Depan Gereja Bulu, Barat BRI Bulu), 0881 2968 219
- Sukoharjo, Muh. Juwari, Majalah Nikah, 0271 5863 149

- Tegal, Ragil Mukti Handoyo, Jl. Sakti 10 Kemandungan, 0856 4201 8213, 0283 341 430
- Wonogiri, Pustaka Talenta Wonogiri, Keloran RT 03/04 Keloran Selogiri, 0856 4745 1981
- Purbalingga 53352, AFIATI AGENCY PURBALINGGA, SMKN 2 Purbalingga, Jl. Raya Selaganggeng, Mrebet, 0281 761 0362, 0281 578 2706, 0857 2627 0607
- Semarang, Zufar AGC, Kp. Ngemplak Buntu RT 3 RW 9 Kel. Tandang, Kec. Tembalang , 0881 295 9644, 0813 2539 3411

Yogyakarta
- Sleman, Sukses Mulia, Mranggen Kidul RT 08/27 No. 91 Sinduadi Kec. Mlati, 0274 6811 987, 0859 5952 5805

Jawa Timur
- Gresik, Hijaz-Abatez" Bookstore , PERUMAHAN KOTABARU DRIYOREJO JL. INTAN 3 No. 28 , 031-70833677
- Lumajang, Samadikun, Jln. Arjuna No 15 , 0813 3648 8303
- Malang, Pustaka Talenta Malang, Jln. Teluk Mandar No 67 Arjosari Blimbing, 0857 3505 8674

- Probolinggo, Pustaka Talenta Probolinggo, Jln. Sukapura Dusun Krajan, RT 24/04 Sepuhgempol Wonomerto, 0852 3153 6668
- Probolinggo, Rizki Febrianto, d/a. PT. IPMOMI (Dept. Engineering) Jl. Raya Surabaya-Situbondo Km. 141 Paiton,
- Probolinggo , PANDU SATMINTO W, Perum IPMOMI, Jln. Lombok 22 Paiton , -

- Sidoarjo, Quantum Bhimasakti Ardygroup, Perum. Puri Indah Blok H/15, 031 8947 993, 031 7077 0686, 031 8532 861, 0816 503 077
- Sidoarjo, Islamuna Agency, Delta Pelangi 3 No. 80 Delta Sari Baru Waru , 031 8532221, 0857 8040 7774

- Surabaya, Maktabar Abu Faiz, Jln. Kedung Cowek No 327. Masjid Al Jariat Al Salats (Jembatan Suramadu), 0856 9281 9104
- Surabaya, Alina Agency, Wonokusumo Kulon 2/12, 031 7021 2380, 0813 2945 3799, 0857 3138 8721
- Surabaya, Pustaka Sahabat, Gubeng Kertajaya gg. 7 H No. 12, 031 5030 289, 0813 5792 0572
- Surabaya, Darmawan AGC, Jl. Ketintang Aspol No 9 Blok B, 0319 211 2844, 0818 593 084

Kalimantan Barat
- Pontianak, Sehat S, Jln. Dr. Wahidin Batara Indah 1 Blok ii No. 17, 0813 4517 5492

Kalimantan Selatan
- Banjarmasin 70121, Kios Mawaddah, Jl. Sultan Adam Samping Komplek Arrahim 1 No. 2 , 0511 754 4445, 0511 725 7255, 0878 1534 5567

Kalimantan Timur
- Balikpapan, Kios Herbal Basmalah, Jl. Siaga dalam Gg. Pesantren RT. 19 No. 38 Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, 0542 7045 028
- Balikpapan, VIKOM, Tamansari Bukit Mutiara Blok B-3/02 RT. 045, Kel. Gunung Samarinda Kec. Balikpapan Utara, 0542 715 8077, 0813 4662 7029
- Balikpapan, Al-Wahida Herbal Center, Komp. Sepinggan Pratama Blok A9 No 16 Jl. Syarifudin Yoes, 0542 758 1313, 0812 5389 9666, 0811 598 666, 0856 5412 0666

- Bontang, CV. MULTI AGRO NUSANTARA, Jl. Cumi-cumi, Gg. Cumi-cumi-I, RT. 1 No. 13 Tanjung Laut Indah, 0548 3032 554, 0811 553 383
- Kutai Timur, Wardha Ningsih , PERUMAHAN LEMBAH HIJAU JL. MAHONI L 104 Swarga Bara-Sangatta, 0813 8736 8300
- Samarinda 75117, Syarif Hidayatullah, Jl. Hasan Basri Gg. 4 No.10 RT. 19 Kel. Temindung Permai Kec. Samarinda Utara, , 0541-201633, 0812 5368 8101
- Tanjung Redeb, Berau Makmur, Kompl. Perum Berau Indah Blok D8/2, Jln. Durian III, Berau, 0554 202 7650, 0812 581 4172

Nusa Tenggara Barat
- Lombok Timur, Abu Hurairah, Jln. Koperasi No. 26 Pungkang-Aikmel, 0819 9773 8399
- Mataram, Ibu Hikmah, Roti Barokah Jl. Saleh Sungkar No 22 Ampenan, 0376 623 168
- Sumbawa Barat, Amiruddin, Jln. Pariwisata Gg. Parkit No 1C Pasir Putih Maluk, 0817 575 9591

PAPUA
- Merauke, Ust. Arman, Masjid Al Hikmah KEL. BAMPEL, 0852 3006 2107

Riau
- Batam, Abu Abdirrahman, Radio Hang FM Batam Lt. Dasar Carnival Mall Batam Centre, 0778 7816 106
- Pekanbaru, CV Braliftha , Percetakan MAXI – Jl. Dr. Soetomo No.12 (Depan SLB Sri Mujinab) – Gobah , 0761 904 1973, 0813 7154 8973

Sulawesi Selatan
- Gowa, Muhammad Taufik, Ruko Galeri Insan Sukses Jl. A Tonro No. 60 A Sungguminasa Gowa , 0852 4292 5077
- Gowa, Muhammad Taufik Agc, SPM Sekolah Pengusaha Muslim, Galeri Insan Sukses Jl. Andi Tonro No. 60 A Sungguminasa , 0411 821 1390
- LUWU TIMUR, ABU AZZAM, d/a Masjid Al Hijriah Desa Lioka, Kec Towuti Kab Luwu Timur , 0852 5554 9546

- Makassar, Drh. Ilsan Arvan Nurgas, Jln. Arung Teko, Komplek Bukit Sejahtera I Blok B2 No. 6 Sudiang Makassar, 0411 481 1784, 0811 444 842
- Makassar, Madani, Jl. Veteran Selatan No. 176 , 0411 856 177, 0411 830161, 0411 9245634

Sulawesi Tengah
- Palu , Aisyah M Paturussi, Jl. Maleo No. 45, 0813 4103 9258

GORONTALO
- Gorontalo, Abu Najihah, PP Alfalah Jl. Ki Hajar Dewantara Desa Tunggulo, Kec. Limboto Barat, -

Sumatra Selatan
- Baturaja Timur, Rosili , Jl. Raden Fatah No.197, Gg.Masjid Ds.Sukaraya Baturaja Timur, Kode Pos 32112,

Sumatra Utara
- MEDAN, MUH. NASHIR, Albayyinah, Jl Marelan IX No. 256 Pasar I Rel Lingk. VI Tanah 600 MEDAN MARELAN 20245, 0815 3317 0746

http://belajarbahasaarabdasar.blogspot.com

Permainan bisnis

Permainan bisnis

Maksudnya apa? bisnis kok permainan?, mungkin Anda bertanya tanya dalam hati akan judul blog kali ini. Oleh karena berkaitan dengan anak, dan dunia anak adalah dunia permainan, serta anak anak secara langsung terlibat dalam bisnis kami, maka judulnya yang mewakili adalah permainan bisnis. Mudah mudahan Anda tidak bingung ya :-)

Dalam dunia pendidikan, seharusnya kita tidak memaksa belajar anak anak kita. Oleh karena itu kita harus berkewajiban menciptakan atmosfir kesenangan sehingga anak belajar dengan semangat. Begitu pula dengan anak kami. Saya dan umminya tidak memaksa anak anak kami belajar bisnis. Akan tetapi setiap kali ada tamu yang melakukan transaksi bisnis dengan kami, hampir dipastikan mereka ada di dalamnya. Mulai dari sekedar memperhatikan gerak gerik dan tingkah laku saya dan tamu (kalau tamu itu pertama kali ditemui), membantu mengambilkan barang yang terletak di lemari bawah tangga, sampai menghitung harga dan sibuk sendiri dengan kalkulatornya dan menulis sesuatu di nota pembelian yang memang kami cadangkan dan diperuntukkan buat mereka.

Suatu kali, nota di atas saya lihat dengan seksama. Dan.... saya kaget bukan kepalang. Subhanallah, ini anak sudah mengerti rupanya. Tata cara dan aturan menulis nota sudah lancar dan betul rupanya. Saya lihat dihalaman pertama, si Afra menulis pembelinya adalah Tata (tak lain adalah nama umminya). Tulisan tanggal pembelianpun tidak ada salah sedikitpun. Yang tidak kalah mengagetkan, dia tulis jumlah barang, harga, dan total dengan benar. Dengan iseng saya cek dengan kemampuan mencongak saya, eh... ternyata total pembelian betul seharga yang dia tulis. Terus, yang tidak kalah lucunya, tanda tangannya itu loh... Tanda tangan umminya yang dia tiru, tapi dengan versi dia.. Benar benar, nota yang sempurna.

Lalu, saya balik ke halaman berikutnya.. Saya lihat nama pembelinya, hmmm.. Ada nama temannya, nama kakeknya, dan nama nama lainnya.. Saya menggeleng geleng takjub, sambil berucap Alhamdulillah serta berdo'a semoga beliau dilancarkan jadi pengusaha. Ternyata setelah saya investigasi, melalui umminya, Afra sudah bisa menggunakan kalkulator. Hhmm, saya berpikir, pantas saja sub total dan total pembelian di nota yang Afra tulis, jumlahnya benar. Bahkan penjumlahan ribuan dengan mencongak, beliau sudah saya tes dan Afra dengan baik menjawabnya. Contoh: "Afra, berapa dua ribu ditambah empat ribu?", Beliau menjawab dengan tangkas dan jenaka "Enam Ribu!!"..

Permainan selanjutnya adalah ketika kami mengepak barang untuk mengirimnya ke sebuah agen di luar pulau jawa. Tanpa paksaan beliau dengan senang hati membaca cek list, lalu menghitung jumlah barang apakah sudah benar atau belum. Sebenarnya kami sudah mengecek, tapi kami tidak kuasa menolak teriakan beliau,"Kakak mau bantu Ummi!!!". Saya perhatikan saja dengan gaya detektif. Dengan lincahnya dia membaca cek list," ukuran S, jumlahnya tiga". Lalu dengan segera dia melonjak ke tumpukan barang yang akan dimasukkan ke karung dan menghitung,"satu... dua.. tiga.." Setelah itu, dia berteriak, "Ini sudah benar Ummi...". Tangan sang Ummipun dengan lincah menghampiri barang yang diberikan dari tangan mungil Afra yang berisi tiga buah baju renang muslimah ukuran S. Serta merta, barang itupun masuk ke dalam karung. Begitulah proses demi proses saya perhatikan, sampai pada akhirnya semua pesanan barang telah masuk ke dalam karung untuk kemudian di packing dan dikirim via pengiriman luar kota.

Senangnya menikmati permainan bisnis ini bersama anak. Sedari dini (Afra berusia lima tahun), dia sudah terlibat dalam proses bisnis yang kami lakukan. Mudah mudahan kegiatan ini mengasah kemampuan dan life skill nya. Coba saja perhatikan melalui permainan ini, skill yang dia pelajari ternyata banyak. Mulai dari membaca, menghitung, bersosialisasi dengan orang lain, belajar berkomunikasi dengan orang lain, melatih sensorik dan motorik (misalnya dengan "menggotong bahan yang akan dijahit", dan aktifitas lainnya), dan lain lain. Iseng iseng saya tanya, "Afra cita citanya apa?". Dengan antusias Afra menjawab," mau jadi dokter hewan, mau jadi pengusaha dan pedagang".. Mendengar jawabannya, mulut saya jadi mengembang lima centi ke kanan, dan lima centi ke kiri alias tersenyum... Aamiin... nak, semoga engkau sukses di dunia dan di akhirat..

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
Tukang jahit

Ingin berbisnis? Ubah intrepretasi Anda

Berbisnis itu harus bermodal besar untuk menyewa kantor, membayar gaji puluhan karyawan, dengan sistem marketing yang canggih sehingga terjangkau ke seluruh pelosok. Kalau mau punya bisnis harus punya kenalan orang penting, sehingga bisa menjadi referensi dan menang tender. Dan banyak lagi asumsi asumsi dasar yang telah tertanam dalam benak sebagian besar dari kita.

Kenyataan itu membuat orang yang baru memulai bisnis berpikir tujuh keliling. Apalagi lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Jadinya mimpi untuk berwirausaha tinggal angan angan belaka. Padahal Indonesia memerlukan banyak sekali pengusaha untuk memajukan perekonomiannya. Jika sebagian besar orang mempunyai intrepretasi yang sama, cita cita kita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur akan sulit terlaksana.

Sekarang saya mencoba untuk memahamkan pengertian baru. Pengusaha adalah seorang yang membantu mengusahakan barang maupun jasa kepada orang lain yang membutuhkan. Orang lain itu bisa saudara kita atau tetangga kita atau orang yang belum kita kenal sebelumnya. Barang maupun jasa juga beragam, bisa kebutuhan sehari hari seperti makanan atau kebutuhan yang kompleks dan berteknologi tinggi.

Contohnya, tetangga Anda pasti setiap hari membutuhkan nasi untuk makan lengkap dengan sayuran, daging, telur, dan lain lain. Mengapa Anda tidak coba mengatakan kepada tetangga Anda, "Pak tidak perlu repot repot belanja ke luar dan macet, saya bisa supply daging dan telur Anda sehingga Bapak dengan mudah mendapatkannya". Contoh lain lagi, di kompleks yang berisi mayoritas keluarga muda. Umumnya tiap pekan mereka rekreasi misalnya berenang (karena semakin banyaknya water play atau kolam renang keluarga). Bisa dicoba dengan mengatakan,"Bu sudah punya baju renang muslim atau baju renang muslimah nya yang baru? Ibu tidak usah kesulitan membelinya sebab saya bisa menyediakan dan mengantarkannya ke rumah Ibu.

Intinya persepsinya diubah menjadi "membantu menyediakan kebutuhan" orang lain di sekitar kita. Jika kita melayani mereka dengan baik, tunggulah saja efek WoM atau dari mulut ke mulut sehingga produk Anda dibutuhkan orang banyak. OK, supaya saya tidak dibilang teori saja. Saya menceritakan bagaimana usaha saya yang baru saya lakoni.

Pertama adalah tujuannya, yaitu saya ingin membantu menyediakan kepada tetangga dan teman saya majalah yang bertema wirausaha. Nah dengan niat membantu mereka inilah saya mencoba menjadi agen majalah Pengusaha Muslim di Bogor. Modalnya juga tidak banyak, cukup memesan minimal 10 eksemplar dan bayar ketika edisi berikutnya datang. Kedua adalah komunikasi, kalau orang terdekat saya cukup berbicara kepada mereka secara lisan, saya ada majalah baru bernama Pengusaha Muslim, kalo ingin membaca dan berlangganan, saya bisa menyediakan kepada Anda. Di dalam tahap komunikasi ini, saya juga memanfaatkan social media networking seperti twitter dan facebook. Hasilnya, Alhamdulillah sudah tiga orang yang memesan majalah ini (bahkan majalahnya baru sampai di rumah saya). Ketiga adalah service, saya mengizinkan orang membuka cover majalahnya untuk melihat lihat dulu. Saya "korbankan" satu majalah untuk sample.

Kalo, dimulai dari langkah kecil ini mudah bukan? Bukan tidak mungkin nantinya usaha kita akan membesar jika kita konsisten dan ulet. Permasalahannya disini, banyak orang menginginkan hasil yang instan dan serba cepat. Sehingga kalau usahanya belum untung, bahkan merugi, mereka dengan cepat mengeluh dan berhenti berusaha. Atau bahkan ada yang karena ingin cepat kaya, menghalalkan segala cara dan bertindak negatif yang penting untung besar.

Oleh karena itu, disamping kita harus menguasai ilmu bisnis, kita juga harus menimba ilmu syar'i terutama di bidang muamalah dan perdagangan. Salah satunya dengan membaca majalah pengusaha muslim ini. Menuntut ilmu syar'i ini harus kita lakoni supaya kita selamat dunia dan akhirat, sukses di dunia dan di akhirat. Jadi tidak ada kata susah untuk memulai bisnis, mari kita coba!!

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
Menyediakan baju renang muslimah untuk Anda
Menyediakan Majalah Pengusaha Muslim untuk Anda di Bogor

Koin emas : Belajar dari kasus Century

Saya baca dari tweet-nya teman teman bahwa telah terjadi sanering won. Won adalah mata uang dari Korea Utara. Sanering maksudnya adalah memotong nilai dari uang, misalnya dari yang semula bernilai 100 won, nilainya menjadi 1 won. Saya juga pernah baca Rupiah juga pernah mengalami sanering di tahun 1965.

Kasus terakhir yang menghebohkan juga terjadi di ranah perbankan, tepatnya di bank Century. Betapa mudahnya uang lenyap begitu saja, tapi yang bikin saya bingung (karena saya orang awam di bidang ini), kan ada lembaga penjaminan Bank. Kenapa para nasabah masih demo untuk pengembalian uang mereka?

Dari kasus sanering uang kertas dan kasus bank Century, kita seharusnya dapat belajar banyak agar kedepannya kita tidak melakukan hal hal yang berakibat negatif terutama hal yang berkaitan dengan finansial. Alhamdulillah, sejak kenal dengan Dudi Iskandar (Mastermind TDA JAKPUS), saya sedikit banyak tahu akan benda yang mempunyai nilai intrinsik dan mempunyai sifat store of value. Apalagi kalau bukan koin emas dari geraidinar. Emas yang berbentuk koin yang mempunyai spesifikasi 4,25 gram dan 22 karat.

Terlebih beberapa kali sudah mengunjungi geraidinar di depok bertemu dengan pak Iqbal Muhaimin selaku coach di pesantren wirausaha. Semakin terbuka wawasan akan pentingnya mempunyai asset berupa emas. Jika pembaca ingin mengetahui lebih detail mengenai pentingnya mempunyai asset yang mempunyai nilai intrinsik itu, silakan baca di geraidinar.com

Jika mempunyai uang berlebih, ada baiknya tidak semuanya kita tabung dalam bentuk uang kertas di BANK. Tabunglah dalam bentuk komoditas, kalau pandai berdagang, beli stok dagangan, putarlah uang itu di sektor real. Atau kalau pandai beternak, tabunglah dalam bentuk kambing, sapi, atau yang lainnya, ternaklah hewan hewan itu dengan baik, sehingga uang juga berputar di sektor real. Atau kalau belum punya kesempatan berwirausaha, tabunglah dalam bentuk emas, sebab koin emas mempunyai nilai intrinsik dan bersifat store of value. Lihat saja, kalau dibandingkan dengan rupiah. Dulu harga emas per gram hanya di bawah 100 ribuan, sekarang sudah mencapai 300 ribuan.

Oleh karena itu, selain menyimpan uang di bank secukupnya. Saya lebih senang menabung uang dalam bentuk komoditas dagangan melalui wirausaha. Sekarang saya sedang menekuni bidang produksi baju renang muslimah , sekarang sedang belajar merambah ke produksi gamis atau abaya, dan Alhamdulillah saya juga menabung uang saya dalam bentuk usaha di bidang agen majalah pengusaha muslim. Mudah mudahan uang yang saya tabung ini berputar dengan lancar di sektor real ini. Aamiin...

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
twitter: irwinjz

Jalan mendaki

Biasanya kalau saya sedang berada di titik nadir kemalasan (Futur kalau bahasa arabnya), saya baca ulang buku sirah perjalanan para Tabi'in dan 'ulama yang semoga di rahmati Allah. Ada buku bagus terbitan At-Tibyan yang mengisahkan tentang kisah hidup para Tabi'in (mereka yang hidup setelah masa sahabat Nabi Salallahu 'alaihi wasallam).

Akhir akhir ini saya diterpa kemalasan lagi untuk bergerak membesarkan usaha. Entah karena saya masih berada di zona comfort, yang setiap tanggal 1 sudah pasti dapat transferan gaji, atau entah karena betapa berlikunya jalan terbentang di depan yang membuat saya malas melangkah. Padahal saya harus membuat marketing tools untuk agen yang sudah mengadakan perjanjian kerja sama dengan kami, menyelesaikan sistem dan aplikasi yang mendukung skema bisnis baru, dan menyempurnakan situs web produk kami.

Saya memutuskan untuk membaca ulang buku sandiwara langit, sebuah kisah nyata tentang perjalanan entrepreneurship yang memotivasi disamping kisah cinta yang mengharu biru. Kalimat demi kalimat saya lahap dan sekaligus membayangkan seolah olah saya berada disana. Seorang saksi hidup dari kisah nyata yang dialami seorang anak manusia. Sehingga saya bisa mengambil ibrah darinya.

Ada kalimat yang menginspirasi saya, dan saya langsung update status saya di facebook dengan niat sharing kalimat ini agar rekan rekan lain juga dapat mengambil inspirasi dari kalimat tersebut. Kalimat itu adalah:

"Semakin baik jalan yang kita pilih, akan semakin banyak rintangannya... Semakin tinggi bukit yang kita daki, akan semakin hebat kepenatan yang dirasakan... Namun hanya orang yang berjiwa kerdil-lah yang memilih hidup tanpa pendakian"

Subhanallah, kalimat yang begitu menghentak urat urat kelembaman dan kemalasan saya. Saya pun membayangkan apabila sosok bukit itu adalah perjalanan wirausaha, maka perjalanan itu memang banyak rintangannya (bisa dari diri sendiri, bisa dari pesaing yang melakukan persaingan yang tidak sehat, bisa dari orang lain, lingkungan, pelanggan, dan lain lain). Kita juga semakin penat dalam menjalani hal pendakian ini. Namun hanya orang yang berjiwa kerdil-lah yang memilih menyerah kalah alias hidup tanpa pendakian. Mudah mudahan kita tidak termasuk orang yang berjiwa kerdil dan orang yang memilih bermalas malasan daripada berpeluh keringat usaha.

Alhamdulillah, saya dapat memperoleh buku ini. Mudah mudahan semakin banyak ustadz yang bermanhaj shahihah yang menuliskan kisah kisah nyata seperti ini sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup anak manusia. Walhasil, sekarang saya sedang memilah template untuk web saya, dan memilih gambar produk baju renang muslim untuk ditampilkan di sana. Akhirnya 'action' juga...

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
Tukang jahit

Skema Bisnis Baru

Skema Bisnis Baru

Lincahnya anak anak yang nampak terlihat di halaman sana. Seru melihat tingkah polah mereka. Kadang setelah jatuh akibat tersandung, menangis sebentar lalu berlari lagi tertawa gembira bersama rekannya. Rata rata usia mereka dua atau tiga tahun. Dalam usia tiga tahun itu, otak mereka sedang tumbuh tumbuhnya berkembang. Rasa ingin tahunya berlebih, sehingga benda apapun yang menarik baginya, akan dia pegang dan otak atik. Segala sesuatu yang baru dilihatnya, akan dia tanya mengapa begini mengapa begitu. Pada proses pertumbuhan tulang, badan, emosional, kecerdasan ini, bila dirangsang dengan baik maka dia akan tumbuh sempurna. Oleh karena itu masa ini disebut masa keemasan anak, masa yang menentukan baik atau buruknya anak itu di hari depan.

Begitulah juga dengan perjalanan bisnis saya. Dia telah berusia tiga tahun. Berarti sudah tiga puluh enam bulan kami melangkah melewati bukit, aral melintang, dangau yang indah, maupun selokan yang seram di dalam perjalanan bisnis ini. Mungkin para mentor bisnis berkaca dengan anak usia tiga tahun yang saya lihat di halaman tadi, mereka bilang kalau pebisnis bertahan dengan segala konsekuensinya baik senang maupun susah selama tiga tahun (ada yang bilang selama lima tahun), maka pebisnis tersebut akan lebih mudah berjalan ke depannya. Yah, mudah mudahan saja begitu. Sebab usaha yang saya lakoni sekarang yaitu tukang jahit , telah berusia tiga tahun. Kalau bisa digambarkan dengan grafik, maka perjalanan ini diwakilkan dengan grafik sinusoidal. Kadang naik sampai atas, lalu turun dengan curamnya. Setelah bertahan dibawah dengan berdarah darah, lalu naik lagi perlahan lahan. Begitulah grafik sinusoidal itu, naik dan turun silih berganti.

Sekarang kami sedang mencoba membangun dan menjalankan skema atau model bisnis baru. Meminjam istilah kerennya berprinsip win win solution. Yaitu konsep dimana produsen win, dan penjual win. Kalo istilah pasarnya adalah sama sama enak. Kami juga sedang membangun infrastruktur seperti IT (aplikasi), marketing tool (brosur) , dan sistem lainnya untuk mendukung model bisnis ini. Memang ruwet pada awalnya, tapi demi kemajuan dan keberlangsungan bisnis, ini harus tetap dijalani. Kalau sistem sudah stabil, mungkin ke depannya bisa ditinggal dan saya membuat bisnis baru. Itulah mimpi. Mimpi sih boleh boleh saja. Tapi harap bedakan mimpi dengan angan angan. Sewaktu Mastemind TDA (saya lupa MM JAKPUS atau MM BOGOR), dibahas mengenai ini, mimpi itu disertai "action" untuk mengejarnya. Sedangkan angan angan hanya duduk berpangku tangan sambil menginginkan apa yang dimau tanpa "action" sama sekali. Oleh karena itu, oleh tauladan kita Nabi Muhammad (Semoga shalawat dan salam tercurah padanya) kita dilarang panjang angan angan.

Mudah mudahan Rizqy Colection (merek baju renang muslimah dan baju senam muslimah kami) akan tetap bisa menjadi tangan di atas alias memberi gaji kepada rekan rekan tim RizqyCollection. Dan kedepannya usaha ini lebih maju dan dengan skema baru ini dapat menolong ibu ibu yang sedang mencari aktifitas lain untuk menambah penghasilannya. Saya terinspirasi dengan guru saya bang Valentino Dinsi yang mencanangkan program ayo mandiri dengan menciptakan satu pengusaha dalam satu keluarga. Mudah mudahan dengan skema baru ini dapat menolong pengusaha pemula yang ingin belajar bisnis agar menjadi pebisnis tangguh.. Aamiin...

Mungkin rekan rekan pembaca ingin tahu dengan skema bisnis kami terbaru. Jangan sungkan sungkan, hubungi saya JAPRI di irwinjuliandizubir@gmail.com ... Semoga kami dapat membantu....

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
Tukang jahit

Akan tiba masanya

Beberapa waktu lalu saya pergi ke Jakarta (dari bogor). Oleh karena pergi sendirian, saya memutuskan naik bis umum. "Hmmmhh, sepertinya masih lama nih berangkatnya", gumam saya dalam hati. Saya berkata seperti ini setelah melihat baru segelintir manusia yang sudah menaiki bis tersebut.

Pada awalnya terasa berat dan lama. Setelah melihat jam di HP, waktu sudah berlalu sekitar setengah jam. Artinya saya telah berbengong ria selama waktu itu. Akhirnya saya putuskan beli koran karena saya tidak membawa buku bacaan (sebab tidak bawa tas). Mendekati menit ke empat puluh, mulai datang beberapa keluarga yang naik. "Lumayan, sudah setengahnya", batin saya. Lalu saya teruskan membaca.

Beberapa jurus kemudian, datanglah bapak bapak, ibu ibu, anak anak, dan orang orang yang satu persatu menduduki bangku di bis ini. Setelah menoleh sekeliling saya berkata,"sip.. sudah tiga per empatnya terisi, jadi sebentar lagi berangkat" Dan benar saja, ternyata ada saja orang yang pergi ke tujuan yang sama dan naik bis yang sama dengan waktu yang sama. Penuhlah bis itu, serta merta berangkatlah bis itu menuju jakarta.

Pada waktu itu, saya tidak bisa tidur. Malah berpikir mengenai kejadian di atas, tapi dari sudut pandang si supir. "Ah, kalo saya jadi supir atau kernet pasti saya juga menunggu bis sampai penuh penumpang", kata saya. "Pastilah, kan harus bayar setoran setiap kali berangkat, kalau ingin dapat duit berlebih maka saya harus mempunyai penumpang sampai penuh, bahkan berlebih", tambah saya. Memang saya melihat tampang si kernet yang nyantai saja, walaupun banyak penumpang berdecak kesal maupun sumpah serapah walaupun di dalam hati. Mungkin pikir si kernet, "biarin aja, yang penting gue nunggu penumpang sampai penuh, barulah gue jalan".

Berdasarkan data statistik berdasarkan pengalaman saya beberapa kali naik bis ke jakarta, lama saya menunggu rata rata sekitar dua puluh sampai empat puluh menit sejak saya duduk di bangku bis. Saya sendiri juga heran, kenapa ya selalu ada dan penuh penumpang dengan rentang waktu tersebut. Jadi dengan bersabar "sedikit", supir dan kernet mendapat penumpang yang berlebih.Kalau kejadian itu ditarik ke ruang bisnis kita, apakah kita bisa sabar "sedikit" untuk menunggu pembeli produk dan jasa kita? Saya punya pengalaman sewaktu menjadi penjual salah satu diapers buatan malaysia. Saya iklankan di iklan baris via internet. Setelah saya pikir cukup lama menunggu (dalam perspektif saya dahulu tentunya) belum ada satupun pembeli atau yang berminat menjadi agen, akhirnya saya putuskan untuk memakai produk tersebut untuk kalangan sendiri (anak dan keluarga lain yang membutuhkan). Istilah keren dari kalimat terakhir adalah rugi.

Ternyata beberapa masa setelah waktu berlalu, tiba tiba banyak sms dan email masuk ke saya menanyakan prosedur menjadi agen. Setiap hari ada saja yang menanyakan, apakah untuk dijual kembali, untuk dipasok kembali ke LSM, konsinyasi, ditaruh di minimarketnya, dan lain lain. Weleh weleh, saya jadi kelabakan menjawab satu persatu dengan kalimat,"Maaf Bpk/Ibu, saya sudah tidak jual diapers lagi, sekarang saya memproduksi baju renang muslimah. Jika Bpk/Ibu memerlukan baju renang muslimah, bisa menghubungi saya lagi".. dan seterusnya.

Saya berpikir, jikalau saya bersabar "sedikit" dan menunggu masanya, saya bisa menekuni bisnis tersebut. Akan tetapi, saya tidak sabar. Untung saja saya mendapat pertolongan dari Maha Pemberi Rezeki, saya tidak larut dalam kerugian (baca: mengeluarkan ongkos belajar). Istri saya berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan dengan memproduksi baju renang muslimah yang Alhamdulillah masih konsisten kami jalani. Maka tidak aneh jika ada orang berkata "Sabar berbuah bahagia". Seperti pada status di Y!M dan GTalk saya sekarang yaitu "sabar pasti bahagia"

Wassalam,

Kisah Nyata, Sandiwara Langit

Sandiwara Langit, kisah nyata tentang cinta dan wirausaha

Bermula dari download kajian bedah buku Sandiwara langit via internet, saya jadi tertarik sekali ingin membaca bukunya langsung. Setelah searching di google ternyata saya mendapatkan detail buku tersebut. Judul buku adalah sandiwara langit. Penulis : Ustadz Abu Umar Basyir. Penerbit: Shofa Media Publika. Mulailah proses hunting buku itu. Hari itu adalah hari sabtu, saya langsung ke Gramedia pajajaran, Bogor. Saya cek stok disana, ternyata sudah habis. Saya tanya teman yang berdagang buku, beliau bilang lagi kosong. Sayapun tambah penasaran. Dan akhirnya saya mendapatkannya.

Mengapa saya sangat penasaran membacanya? Jawabannya adalah buku ini tidak sekedar cerita layaknya novel novel yang berlabel islami lainnya, tapi cerita di buku ini adalah KISAH NYATA. Iya, benar benar dialami oleh Rizqaan (bukan nama sebenarnya) di suatu daerah di Pulau Jawa. Seorang pemuda yang ingin melengkapi separuh agamanya demi menjaga kehormatannya. Pengalaman hidupnya itu yang membuat hati saya terharu dan menjadi pelajaran buat saya dan istri saya.

Yang saya dapat pelajari dari buku ini adalah sikap kesabaran dan entrepreneurship yang tangguh dari sosok yang bernama Rizqaan. Cerita bermula dari keinginan Rizqaan yang ingin menikah yang disampaikannya kepada Ustadznya. Sayangnya dia belum mempunyai penghasilan. Akan tetapi karena tekadnya yang kuat dan keyakinannya akan pertolongan Allah, maka dia memberanikan diri meminang seorang wanita Shalihah yang bernama Halimah.
Ayah Halimah menyetujuinya tapi dengan sebuah syarat yang aneh, yaitu jika Rizqaan tidak berhasil membuat Halimah bahagia secara materi (menurut standar sang ayah tentunya) maka ia harus menceraikan Halimah. Ayah Halimah memberi waktu 10 tahun.

Akhirnya Rizqaan menerima persyaratan itu. Nah, cerita setelah bab ini yang membuat saya kagum, terharu, termotivasi, dan mengambil pelajaran darinya. Semangat entrepreneur Rizqaan makin tumbuh subur setelah menikah. Profesi sebagai tukang roti keliling dia jalankan. Hasilnya lalu dia nafkahkan kepada istrinya. Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniai Rizqaan istri yang shalihah dan qana'ah. Walaupun kehidupan mereka sangat kurang dari sisi materi, tapi ucapan syukur tak putus putusnya keluar dari sang istri baik berupa ucapan, perbuatan, dan doa.

Action Rizqaan dalam berbisnis membuahkan hasil, singkat cerita mulai dari puluhan roti, ratusan roti, sampai ribuan roti terjual dalam satu bulan. Dan akhirnya Allah lah yang Maha Berkehendak, Dia kehendaki bisnis Rizqaan melesat tinggi hingga akhirnya dia mampu membeli tanah yang luas dan membangun rumah serta pabrik roti.

Waktu berjalan tak terasa hingga sampailah kepada tahun yang kesepuluh. Disinilah pelajaran kesabaran Rizqaan diuji kembali. Pabrik rotinya terbakar (baca: dibakar) sehingga ludeslah rumah dan pabriknya. Detail mengenai rumah dan pabrik rotinya sampai terbakar silakan baca di bukunya. Apa yang terjadi setelah itu? seperti dalam perjanjian dengan mertuanya, maka dengan sikap ksatria Rizqaan pun menceraikan istrinya.

Lembaran barupun berkisah pada kehidupan masing masing baik Rizqaan maupun Halimah. Rizqaan kembali menata kehidupan dan bisnisnya kembali. Singkat cerita ayahnya Halimah sadar dan ingin menikahkan kembali anaknya dengan Rizqaan. Cerita belum habis sampai disini, lagi lagi kesabaran Rizqaan diuji kembali. Ternyata Halimah mendapat ujian berupa penyakit leukemia.

Di akhir cerita ini saya membaca pelan sambil membayangkan peristiwa ini dengan detail. Tanpa terasa butir butir air mata jatuh membasahi pipi. Mau tahu ending yang mengharukan dari buku ini? Silakan baca sendiri buku sandiwara langit...

Wassalam,
Irwin Juliandi Zubir
Tukang jahit

Menikmati proses

Tulisan ini terinspirasi dari hal yang saya alami. Pada suatu sore, setelah melakukan dzikir petang sehabis Ashar saya keluar dan pergi menuju lift parkiran. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa lift tersebut bergerak (naik atau turun) lebih lama dari lift yang terdapat di gedung utama.

Pada waktu itu saya tidak sendiri. Saya ditemani satu orang yang nampaknya telah menunaikan shalat Ashar juga. Beberapa menit berlalu sementara lift yang berada di hadapan kami tidak satupun yang pintunya terbuka. Sampailah kemudian orang tersebut memutuskan untuk pergi dan melewati tangga, mungkin tempat kerja beliau tidak terpaut jauh dari masjid tempat kami shalat.


Apa yang terjadi? Berselang beberapa detik, pintu lift terbuka. Orang itu sudah terlanjur menuruni satu anak tangga, sedangkan saya langsung memasuki lift dengan senyum dikulum sambil berkata,"andai saja orang itu menunggu beberapa detik lagi"


Berkaca dengan kejadian di atas, sayapun berpikir bahwa peristiwa serupa bisa terjadi pada kehidupan bisnis. Kita umpamakan waktu terbukanya lift di atas sebagai waktu kesuksesan bisnis kita sedangkan aktifitas menunggu lift terbuka itu adalah kegiatan bisnis kita.


Bagi yang merasa perjalanan bisnisnya itu itu saja, tidak nampak kenaikan signifikan dari segi material, lihatlah bahwa kita tidak tahu kapan terjadinya momentum yang meleverage bisnis kita menjadi besar. Bisa jadi setelah kegagalan berikutnya, bisa jadi setelah 10 kali tersungkur, bisa jadi minggu depan. Kita tidak tahu.


Yang harus kita lakukan adalah menikmati prosesnya sambil menunggu moment itu. Teruslah persistent dan Istiqamah berusaha karena bisa jadi setelah kegagalan ini justru terjadi peristiwa keberhasilan. Janganlah mudah menyerah dengan meninggalkan usaha karena pastilah kita akan sangat menyesal jika kita tahu seandainya kita bertahan beberapa waktu saja, kita akan naik ke kelas yang lebih tinggi.


Jika kita sudah mengalami seribu kegagalan, jangan pernah berhenti berusaha. Mungkin saja di langkah ke seribu satu kita akan menemukan pintu keberhasilan dan masuk ke sana. Kesimpulannya adalah tiga kata, yaitu nikmati aja prosesnya.

Pentingnya system distribusi

Jam mulai menunjukkan pukul 18.15, ketika bus jemputan sampai di gerbang tol Bogor. Seperti biasa saya langsung turun dan naik ojek, untunglah Hp Flexi saya berdering. Ternyata dari orang rumah agar saya pulang ke tempat workshop baju renang muslimah kami. Dan ada sedikit masalah pada pengiriman barang ke Orlando Amerika.

Setelah menenangkan diri, Shalat, makan (sekedar sebagai pengganjal), karena setelah itu harus balik cepat ke kantor EMS. Apa sebab? Ternyata istri saya mengirim baju renang seberat 50 kg ke Amerika dengan biaya sekitar 9 juta rupiah. Mungkin dengan berpikiran bahwa buyer setuju dengan harga tersebut.

Ternyata setelah sampai dirumah dan telepon buyer, sang buyer keberatan karena biaya kemahalan. Sang buyer meminta dibatalkan dan dikirim via malaysia saja. Maka, dengan pontang panting istriku persiapan cepat balik lagi ke EMS. Untungnya saya pulang on time, sehingga cepat sampai Bogor. Saya pun memacu kendaraan dengan cepat.

Untunglah setelah negosiasi dengan pihak EMS, paket tersebut bisa dibatalkan. Tentunya dengan merepotkan tukang angkatnya karena sudah dirapikan dan mau naik ke mobil untuk diberangkatkan. Kalo tukang angkatnya ada yang baca blog ini, maaf ya Pak ngerepotin.. Hehehehe

Makasih Pak Pos, proses pembatalannya pun mudah, sehingga saya harus memanggul karung karung itu kembali ke mobil.. :-) Dan uangpun dikembalikan...

Jujur saja, kami masih menjalankan usaha dengan sistem konvensional belum tersistem dengan baik. Makanya benar kata actioncoach bahwa dalam merintis usaha ada masa masa chaos, sehingga dalam masa itu kita harus menjadi master (menguasai) sistem baik itu sistem keuangan, marketing, distribusi, dan lain lain.

Dari kasus ini, saya harus membuat SOP atau prosedur pengiriman barang, apalagi dalam jumlah yang besar dan ke lokasi yang sangat jauh... Para pembaca mungkin ada yang punya pengalaman serupa, mungkin bisa di share ke saya JAPRI aja ke irwinjuliandizubir@gmail.com

Wah, berarti ada bahan curhat nih ke mastermind JAKPUS dan rekan2 TDA Bogor (MM Talas). Mudah mudahan permasalahan ini tersolusi dengan baik.

Menang di ICT Gunadarma Award

Alhamdulillah, puji syukur tidak terkira kami sampaikan kepada Allah yang telah mengarunia kami begitu banyak nikmat. Salah satunya adalah memenangkan Universitas Gunadarma ICT Award 2008 kategori UKM ( http://ictaward.gunadarma.ac.id/ )



Walaupun juara Harapan 3, tetapi bagi kami yang baru memulai membuka show room online apalagi memakai yang gratisan (blogspot) dengan teknologi serta keahlian yang seadanya, itu merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Insya Allah, melalui ini kami akan terus mengupdate teknologi dan system agar usaha kami makin bertambah maju..

Terima kasih kepada tim penilai Universitas Gunadarma - ICT Award 2008 yang telah memberikan kepercayaan kepada kami ( www.muslimahactivewear.com ) sehingga dapat menggondol juara Harapan. Insya Allah hadiahnya akan kami gunakan sebagai tambahan untuk membeli Notebook baru, karena kami nantinya akan lebih mobile lagi sehingga diperlukan sebuah notebook baru.

Oh ya, btw, kami sudah mempunyai web store tampilan baru, silakan lihat di http://rizqycollection.co.cc

Wassalam,
Irwin J Zubir / Yanti Novita
Owner Muslimah Swim wear Rizqy


Web Store baru Rizqy Collection

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga web store baru kami. Yah, walaupun menggunakan teknologi seadanya dan sebisanya, jadi juga show room online kami, yaitu baju renang muslimah dengan brand Rizqy Collection..

Pembaca dapat melihat tampilan baru, di http://rizqycollection.co.cc

Terima kasih kepada www.co.cc atas domain gratisnya, bener-bener gratis... sehingga Rizqy collection bisa launching webnya.

Terima kasih pula kepada 000webhost.com atas hosting gratis, gratis tanpa iklan, bisa cpanel lagi, wah thanks alot karena rizqy collection bisa hosting disini.

Pembaca sekalian dapat melihat dan dapat memberi masukan dan saran serta kritik membangun terhadap show room online kami ke irwin@rizqycollection.co.cc atau ke yanti@rizqycollection.co.cc

Wassalam,
Irwin J Zubir
Owner Rizqy Collection

Meeting TDA Buitenzorg yang bersejarah

Kelahiran Buitenzorg society

Sabtu, tiga hari sebelum diperingatinya seabad kebangkitan nasional, di Bogor atau lebih tepatnya di saung kiray, merupakan hari bersejarah bagi sekumpulan orang-orang yang sevisi. Betapa tidak, hari itu merupakan momentum dibentuknya Buitenzorg society. Nama Buitenzorg ini dicetuskan oleh pak Hari Dewanto dan langsung diamini oleh rekan yang lain.


Mereka yang hadir adalah Pak Rifki, Pak Lendro, Kang Iwan dan Heri, Bu Mutia, Pak Hari beserta istri, Pak Junaidi, Pak Fery beserta istri, dan saya sendiri. Mereka adalah member TDA yang kebetulan berlokasi di Buitenzorg city alias Bogor. Banyak sharing pada pertemuan ini, yaitu:

Pak Rifki menyebutkan bahwa dia telah “membakar Ijazah” MBA nya, dan langsung terjun di dunia wirausaha dengan merintis bisnis kaos distro online. Beliau berkata, barangsiapa yang ingin melihat seseorang lima tahun ke depan, lihatlah kepada siapa ia berteman sekarang. Oleh karena itu beliau ikut dan aktif di komunitas TDA dan komunitas menulis di Bogor ini, karena dia ingin menjadi enterprenur sejati dan juga impiannya yang setidaknya menulis buku best seller setidaknya sekali seumur hidup. Blognya dapat dilihat di http://rifkychaerul.blogspot.com

Lain lagi dengan sharing pak Lendro, beliau menyebutkan bahwa dia adalah orang IT yang terdampar di dunia Garment. Akan tetapi sekarang malah tercebur dalam dunia design, entah itu design kaos, dan lain-lain. Corel Draw dan photosop adalah makanan sehari-harinya, lihat saja diweb beliau di http://www.zavasolution.com , tampilannya cantik bukan.

Yang mencengangkan adalah duo Iwan dan Heri yang sama-sama sewa counter di BTM (Bogor Trade Mall), bayangin aja kalo kira-kira sewa pertahun 35 juta, belum termasuk uang air dan operasional di mall, oh ya gaji karyawan 600 ribu /bulan belum termasuk uang makan. Bisa dibayangkan Rupiah yang didapat sebulannya karena mereka nampaknya enjoy di tempat itu. Oh ya ternyata mereka punya hobi yang sama yaitu photografi, makanya mereka mau merintis photo/video shooting dan editing.

Berlanjut ke Bu Mutia yang tinggal di Cimanggu, yang menjadikan hobinya berkebun sebagai ladang bisnis. Karena beliau akan berbisnis di bidang nursery. Beliau sempat resign dari kantor di jakarta, apa boleh buat, beliau terpaksa bekerja di Bogor kembali untuk mengumpulkan modal agar dreamnya tercapai. Saya doakan bu, semoga sukses.

Sementara Pak Hari Dewanto, menceritakan small winningnya yang inspiratif. Beliau telah mendapatkan 5 buah buku motivasi secara gratis dengan aktif mengikuti siaran radio Smart FM sambil menyetir mobil di sela kemacetan jakarta yang padat. Beliau juga sedang penjajagan kerjasama di bisnis ayam broiler dengan member TDA lain.

Selanjutnya pak Junaedi sang bos retail ”Maxi Mart”, menceritakan progress pencapaian finansialnya setelah beliau merenovasi total konsep dan fisik tokonya. Dengan tidak bermaksud ujub, takabbur, dan riya’ beliau menceritakan blak-blakan omzet perhari tokonya. Kata beliau, semoga dengan cerita apa adanya ini, para rekan yang lain akan terlecut spiritnya untuk berjuang. Oh ya, beliau juga menceritakan small winning yaitu telah merubah mental istrinya menjadi mental baja wirausaha setelah perlahan tapi pasti mengadakan pendekatan dan dialog mengenai enterpreneurship, dan akhirnya mereka saling ”nyambung”..  Sungguh luar biasa....

Terakhir, Pak Ferry handono, wirausahawan mantan karyawan di bidang design, yang sekarang jadi bos usaha spare part motor menceritakan kisah hidupnya saat memutuskan untuk full TDA. Sekarang beliau bersama istri membuka usaha yang sekarang sudah menunjukkan grafik positif dan sepertinya yang pertama ada di bogor ini yaitu Garage Sale dengan brand Maudrey. Dari blognya di http://maudrey.wordpress.com/ nampak bahwa usaha ini cukup menjanjikan.

Oh ya terakhir, kami mengadakan kesepakatan bahwa: 1. Launching nama komunitas TDA Bogor yang diusulkan oleh pak Hari yaitu Buitenzorg. 2. Kita akan membuat milis internal kami untuk konsolidasi secara online dan cepat untuk aktifitas buitenzorg society. 3. Pertemuan akan diadakan setiap sabtu/minggu pada pekan ke tiga setiap bulannya. 4. Akan melakukan Grand project besar dan jangka panjang yaitu project membuat buku bersama.

Documented by:
Irwin JZ
Buitenzorg City




Serah Terima TDA-Management

Dokumentasi acara serah terima TDA-Management


Gambar di atas, tampak sang komandan memberi petuah dan penyampaian program kerja

Habis makan, kenyang, riang gembira

Kepengurusan TDA-Management versi dua, atau disingkat TDA-M 2.o telah diserahterimakan dari TDA-M 1.0 ke TDA-M 2.0.

Acara diadakan di Cippes Resto Tebet, sebelah Warmo (warung mojok). Acara ini sih udah lama, tapi nggak apa-apa diposting sekarang, buat dokumentasi...

Dengan dikomandani oleh pak Dwi, mudah-mudahan Management team ini bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya... Aamiin..

By:
Irwin
[salah satu yang ngebantu di team management]

TDA BOGOR belajar retail di MaxiMart

Business Journey (seri 4)
Ini dia kisahnya...
---------------------------------------------

Hari minggu, tanggal 3 Feburari 08 tepatnya, saya dan rekan-rekan sevisi yang terkumpul dalam satu komunitas dahsyat bernama TDA berkumpul untuk mengadakan silaturahim sambil sharing pengalaman masing-masing.

Pada saat itu yang menjadi maskot adalah Pak Junaedi (http://zunaedi.blogspot.com/). Hampir seharian kami mendengar penuturan kisah perjalanan beliau merintis MaxiMart-nya. Iya beginilah ciri khas yang unik dari komunitas yang kita cintai ini, yaitu saling sharing kepada sesama membernya.

Bagaimana beliau bersaing dari pemain besar sekelas Alfa dan Indomaret, cara meraih dana segar untuk usaha, perjalanannya sehingga menggeluti bisnis voucher, intuisinya untuk membeli rumah di belakangnya untuk usaha karena beliau yakin tempat itu akan strategis nantinya, dan itu terbukti sekarang, serta bagaimana merebut hati pelanggan dan melakukan Customer Intimacy yang notabene adalah tetangga-tetangganya, beliau paparkan dengan penuh semangat.

Hampir tak terasa, adzan zuhurpun masuk. Setelah shalat bersama, kami menyantap makanan yang lezat. Sayur asem, tempe, beserta ayam dan lalapan disertai oleh sambel terasi adalah menu pada siang itu. Mmmhhhh… Nikmat sekali rasanya karena cuaca yang mendukung.

Obrolan berlanjut. Ada Pak Anton bercerita bahwa beliau merintis dan dalam tahap survey tempat untuk membuka bisnis kuliner, yaitu SOTO BETAWI. Beliau juga secara parallel sedang mengadakan penjajagan dengan rekannya di kampong untuk mengepak produksi wedang jahe dan krupuk. Action Pak Anton ini termasuk cepat, karena beliau baru menjadi member TDA sebelum naik haji kemarin.

Ada lagi cerita seru dari Pak Lendro yang sedang mencari momentum saja, disamping bisnis Qur’an digitalnya di http://www.kios24jam.com/ , beliau sudah dapat jalur untuk berbisnis kaos.

Cerita Pak Muhyi tidak kalah menginspirasi. Tidak lama setelah melikuidasi warung Padangnya karena beban operasionalnya lebih besar dari pendapatan, beliau tidak diam di tempat. Beliau bersama teman-temannya malah mendirikan PT yang corenya bergerak di bidang IT. Malahan sudah dalam tahap negosiasi proyek di Telkomsel. Justru dengan pertemuan kemarin, bisnis warung padangnya Pak Muhyi “menikah” dengan bisnis mie-nya Pak Lendro. Benar adanya, silaturahmi membawa rezeki.

Setelah lama ngobrol produktif, tak terasa waktu sudah mengingatkan kami agar siap-siap ke rumah masing-masing dengan membawa sejuta rencana dan mimpi.

Untuk melihat Pak Jun menguraikan tips dan trik dengan semangat dan photo-photo di dalam toko MaxiMart dapat dilihat di blog saya http://www.irwinjuliandi.com/




Pak Jun menjelaskan tentang penataan barang.

Pak Jun semangat bercerita tentang jalur distribusi.


Business Journey (seri 3)

Sebelumnya silakan baca business journey pertama dan ke dua agar tidak terputus "perjalanannya".
----------------------------------------------------------------------
Ada hal fundamental yang harus diresapi di dalam neuron-neuron otak kita dan dihayati oleh hati kita. Mengapa saya sebut fundamental, ya karena hal ini sangat mendasar dan harus diketahui untuk melakukan perjalanan fantastic ini.

Hal hal tersebut adalah:

1. Sebab akibat.
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, saya ingatkan kembali agar segar di ingatan kita, contohnya adalah:

a. Benda akan panas jika dibakar oleh api.Sebab: Api, Akibat: panasnya benda.
b. Tanaman akan berbunga jika diberi pupuk dan air. Sebab: pupuk dan air, Akibat: berbunganya tanaman.
c. Daerah di bantaran kali akan banjir jika ditimbun sampah.Sebab: sampah, Akibat: banjir.
d. Dan masih banyak uraian sampel point nomor satu ini.

2. Positive thinking.
Rekan yang mendalami psikologi menyebutnya belief. Jika anda mempunyai belief yang kuat, hal yang anda yakini akan menjadi nyata. Itu kata mereka. Kalau saya melihatnya dengan kacamata agama, yaitu: Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya. Jadi kalau kita berbaik sangka kepada Allah, dengan kuasaNya, akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

3. The law of expectation.
Apa saja yang anda ekspektasikan sebagai self-fulfilling hope. Inilah bedanya orang sukses dan orang gagal. Berdasarkan studi literatur dari biografi profil ternama, mereka mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk maju. Sementara sisanya (orang gagal), bagaimana mereka menghasilkan karya spektakuler, mimpi dan keinginan untuk sukses saja tidak ada dalam kamusnya.

4. The law of attraction.
Sebagaimana magnet yang menarik benda-benda di sekitarnya, sebenarnya kita juga bisa menarik teman, situasi, keadaan, hasil yang selaras dengan pikiran kita. Ada tamsil yang menarik dari point ini, jika anda berteman dengan penjual parfum, partikel-partikel wangi zat parfum ini akan mengadakan kontak dengan body kita (tarik menarik), sehingga hasilnya? Mudah ditebak, kita akan kebagian harumnya…

5. Korespondensi
Segala hal ini, kalau ditelisik lebih mikro lagi, sebenarnya saling berkaitan/berkorespondensi. Suasana yang ada di hati anda, pasti terpancar dan terlihat sangat jelas pada gesture tubuh dan wajah anda. Suasana muram yang berkecamuk di hati, dapat diketahui dengan bahasa tubuhnya, biasanya bahu agak turun dan bungkuk, mata menunduk, tidak sedikitpun senyum di mulutnya. Inilah contoh keterkaitan antara apa yang di dalam (inner) tubuh dan diluar (outer).

Jadi, jikalau ingin sukses dalam berbisnis, tanamkan dalam pikiran anda bahwa anda adalah orang yang sukses.

Summary pelajaran di atas adalah:

Point 1
Untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis, cari sebab-sebab sukses, ingat jangan hanya dicari saja, tapi amalkan (bahasa kerennya “Action”) sehingga menghasilkan akibat yang excellent.

Point 2
Apapun kejadian yang menimpa kita, kita harus berpositive thinking.

Point 3
Kita harus mempunyai Dream dan keinginan yang kuat. Tapi hati-hati, sekedar mimpi tanpa merealisasikan kedalam keseharian hanya akan membuat kita panjang angan-angan. Sementara kita dilarang untuk panjang angan angan.

Point 4
Untuk beresonansi dan menarik hal hal positif, terlebih dahulu kita harus menjadi positif. Istilah rekan motivator “Be Positive!”

Point 5
Jika Outer World kita ingin bagus, terlebih dahulu kita harus enhance Inner world kita. Dengan keterkaitan sesuatu di dunia ini, seharusnya kita bergaul dengan orang-orang sukses agar bisa berkorespondensi dengan kita, minimal kita create atmosfir sukses pada diri kita dengan berhubungan dengan mereka.


Nantikan perjalanan berikutnya. Tidak bosan-bosan saya mengajak anda bersama-sama menikmati trip indah ini, dengan berdiskusi, mengisi comment, mengirim email ke jundi@telkom.net, menulis di shout-box.

Oh ya ada yang lupa, bisa juga add Y!M saya, user saya irwinjz. Cukup perkenalkan saja ingin ikut business journey yang di blog saya, Insya Allah usernya saya Add.

See you at the next stage….

Aktifitas Liburan panjang

Tanggal 16 Desember tiba, dimulailah kegiatan liburan saya. Aktifitas dimana saya merasakan kebebasan waktu untuk mengerjakan apa yang saya mau. Tidak seperti keseharian para aktifis 8 to 5 (baca : orang kantoran, masuk jam 8 pulang jam 5), pada minggu ini saya benar-benar melakukan kegiatan bersama keluarga secara full.Dimulai dengan mengantar istri kontrol kandungan ke RSIA Hermina, Bogor. Kedua putri saya ikut, sambil menunggu panggilan, kita bermain deh, hitung hitung melatih syaraf motorik mereka. Saya tidak melewatkan kesempatan ini dengan mendokumentasikannya, seperti terlihat pada video di bawah:



Lalu, pada pagi harinya, kami jalan-jalan menikmati kesejukan pagi kota bogor sambil makan. Karena lagi banyak kambing di jalan, saya bawa anak-anak untuk melihat kambing. Ternyata efektif juga ya, mereka makan dengan lahap. Mungkin terinspirasi lahapnya kambing makan rumput, sehingga ratu-ratu ku pun tak mau kalah menyantap lezatnya makanan pagi. Untung saya membawa camcorder, langsung saja saya abadikan peristiwa ini.



Sehabis jalan-jalan, ratu-ratukupun senang. Ekspresinya lucu sekali deh. Alhamdulillah, saya dapat melihat perkembangannya hari demi hari. Makin menggemaskan saja...

Kedua ratu ku

Halwa sedang senang

Pada minggu inipun, walaupun hari libur dan ummat Islam berkonsentrasi pada ibadah qurban, Alhamdulillah kami masih aktif merespon email dan sms yang menanyakan tentang dagangan kami, serta mengirim barang sesuai permintaan konsumen.

Ohya, pada minggu yang bahagia ini, kami juga mendidik anak kami semangat wirausaha semenjak dini, lihat saja Halwa dengan senangnya menjaga stand pada bazar di acara seminar hari ibu.


Beli berapa Bu???

Banyak lagi kegiatan yang tak terdokumentasikan, termasuk menyembelih sendiri kambing qurban, bayangkan menyembelih ayam saja belum pernah, Alhamdulillah langsung berhasil dengan ihsan dalam penyembelihan kambing tersebut.

Sepertinya akan berlanjut ke liburan sampai tanggal 26 desember nanti dengan aktifitas yang tidak kalah serunya... Sampai jumpa....