Pages

Showing posts with label kajian. Show all posts
Showing posts with label kajian. Show all posts

Durusul lughoh kitab 2

Alhamdulillah adalah kata pertama yang terucap kala ustadz menyatakan saya dapat meneruskan ke kitab yang kedua. Itu artinya saya lulus tes durusul lughoh kitab 1

durusul-lughoh-kitab-1Tapi sungguh sayang, Insya Allah saya akan melanjutkan durusul lughoh kitab yang kedua tidak dalam waktu dekat, melainkan bulan depan. 

Sebenarnya sih tidaklah mengapa karena saya akan pulang kampung untuk bersilaturahim dengan orang tua dan sanak kerabat. Dalam hati saya berazzam, akan saya pelajari kitab dua secara mandiri di kampung agar nanti pas belajar lagi, Insya Allah akan lebih lancar dan lebih cepat waktunya.

Saya tidak akan banyak menulis disini, karena pikiran saya terbang melayang ke kampung halaman. Jadi saya cukupkan di sini saja.

Durusul Lughoh kitab 1

Alhamdulillah, setelah melewati beberapa tahapan waktu, akhirnya saya telah menghabiskan kitab Durusul lughoh jilid satu. Kitab yang berisi tentang pelajaran bahasa arab. 

Pekan ini saya sudah menamatkan dars yang ke 23, yang berarti telah habis menyantap seluruh pelajaran yang ada di kitab yang pertama. Saya belajar kitab ini dengan bimbingan seorang ustadz yang baik hati penuh kesabaran mengajarkan saya tahap demi tahap. Semoga beliau dikaruniai keberkahan ilmu.. Aamiin..

Beliau mengatakan bahwa pekan yang akan datang akan mengetes saya. Gunanya agar beliau mengetahui seberapa paham saya mengkaji kitab ke satu ini. Ada tiga tahapan tes, pertama adalah mufrodat (termasuk mufrod dan jama', mudzakkar dan mu'annats, dst), kedua adalah soal soal (tamarin) yang beliau berikan , dan tes terakhir adalah hiwar dan membuat kalimat serta mentranslate kalimat.

Jika saya lulus tes ini, beliau mengizinkan saya untuk melanjutkan mengkaji kitab yang ke dua. Hmmmh.. Ikhtiar yang sudah saya lakukan adalah:

- saya sudah menulis mufrodat yang ada di buku satu, memahamkannya di benak agar hapal, dan mengulang-ulang kata tersebut.
- membaca kitab tersebut dan mengulangi kembali.
- Membuat summary kitab tersebut di buku tulis tersendiri.
- Membaca buku tulis di atas.

Yang patut diingat adalah, jangan menyandarkan kepada ikhtiar kita semata, sandarkanlah semuanya hanya kepada Allah, mintalah kemudahan dalam menempuh perjalanan ilmu tersebut. Insya Allah akan dimudahkan.. Aamiin..


Doha,
Ditengah ngantuk yang dahsyat...


Pejabat arogan

Saya jadi terusik dengan timeline di twitter dan status temen temen di facebook, yang bercerita tentang pejabat arogan, aksi para koboy jalanan, dan lainnya seperti yang seperti disebarkan di berbagai social media lainnya.
Tapi tulisan kali ini, saya tidak akan membahas tentang hal ini akan tetapi perkataan ‘ulama yang saya dapat di twitulama.tumblr.com
Perkataan beliau adalah: “Allah mengangkat kedudukan orang zhalim agar manusia dapat melihat kejatuhannya dari atas ketinggian, bukan supaya orang orang menghormati dan memuliakan mereka”
Pikiran saya langsung menuju ke istidraj. Allah membuat orang orang sombong, zhalim, dan melenakan mereka serta memberikan mereka kesenangan walau banyak maksiat yang mereka kerjakan. Akan tetapi pada hakikatnya hal itu adalah hukuman yang Allah ulur waktunya untuk mereka. Sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi sebagai berikut:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ
اسْتِدْرَاجٌ
Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.
Semoga kita mendapat hidayah taufiq dari Allah agar terhindar dari sifat arogan, sombong, zhalim. Aamiin...

Jangan Berhutang

Tulisan ini ditujukan untuk seseorang yang enggan untuk melunasi hutang. Ada kesamaan ciri entah itu kebetulan atau tidak dari orang orang seperti ini. Mengapa saya sampai menulis tema ini, yah karena saya agak “geregetan” dengan orang orang seperti ini. Apa ciri utama orang orang ini? Berdasarkan pengalaman saya, simaklah cirinya di bawah ini:
-          Biasanya ini terjadi pada teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
-          Pada awalnya dia menghubungi, lalu menanyakan kabar, lalu ingin silaturahim.
-          Dia akan terus menelepon kita, terus menanyakan kabar kita dan keluarga, bahkan hampir setiap hari.
-          Setelah beberapa lama, barulah dia berkunjung. Biasanya membawa bingkisan (ada juga yang dengan tangan kosong. Hehehe)
-          Setelah suasana mencair, barulah ketahuan tujuan intinya. Biasanya modus operandinya dia mengajak kerja sama bisnis, tapi dia kekurangan modal, lalu ditunjukkanlah beberapa SPK dan quotation sebagai bukti proyeknya. Ada juga sih yang bukan itu, tapi to the point ingin pinjam uang untuk anak sekolah atau keluarga ada yang sakit.
-          Oleh karena dia teman lama, maka biasanya kita tidak punya negative thinking, bahkan kita akan tulus membantu.
-          Atau jika modusnya pinjam untuk nambah modal bisnis, biasanya dia datang dengan kostum parlente dan mobil versi terbaru sehingga kita yakin dan timbul kesimpulan di kepala kita tidak mungkin dia bohong, kan SPK sudah ditangan, tinggal jalanin proyeknya saja.
-          Bulan bulan pertama, dia akan sering menghubungi kita baik untuk menanyakan kabar, atau sekedar curhat “tolong doain ya, supaya bisnis ini lancar”
-          Tibalah di bulan yang dijanjikan oleh dia.... Ternyata, dia tidak ada kabar beritanya. Di telpon tidak di angkat (kalau nyambung), tapi biasanya dia berganti ganti nomor, di sms juga tidak di balas atau kalau di balas hanya sekadarnya.
Sikapnya sangat jauh berbeda antara sebelum dia mendapatkan uang dari kita dan setelah mendapatkan uang dari kita. Diwaktu uang itu belum kita transfer ke dia, dia sangat rajin menelepon, sms, berkunjung. Setelah uang itu dia dapat, sms pun tidak, apalagi telepon, atau berkunjung. Apabila berhasil dihubungi, ada saja alasannya (wallahu a’lam benar atau tidak)
Saya hanya memberi tahu mu hadits Nabi, bacalah dengan seksama:
1.       Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)
Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)
Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”
2.       Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)
Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)
Pembaca, dengan tulisan ini diharap anda tidak trauma menghutangi seseorang untuk membantu mereka ya, apalagi saudara saudara kita yang benar benar membutuhkan dan dalam kondisi terjepit. Untuk orang dermawan dan yang memberi hutang, bacalah kabar gembira ini di http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/1500-mudahkanlah-orang-yang-berutang-padamu.html

Ketika marah melanda

Sudah lama tidak posting disini. Padahal banyak kisah yang ingin saya tulis disini, tapi kesibukan yang mendera dan lebih urgent mengakibatkan blog ini terbengkalai. Tapi tak apalah, berhubung cocok dengan suasana hati, maka saya tulis mengenai adab ketika marah terjadi.

Anak saya yang bersekolah di sebuah SDIT, telah hapal sebuah pelajaran bagi kita semua. Kalimatnya berbunyi "Laa taghdhab walakal jannah", yang artinya kurang lebih seperti ini, "janganlah marah, niscaya kamu masuk surga".

Kembali ke topik,marah itu sebenarnya tidaklah terlarang karena ia adalah tabiat dasar manusia. Akan tetapi hendaknya kita memperhatikan adab adab ketika marah, sebagai berikut:

-Jangan marah, kecuali karena Allah
Contohnya: kemarahan yang bergejolak dalam hati jika hukum Allah dilanggar. Marah disini Insya Allah mendapat pahala.

-Berlemah lembut dan tidak marah karena urusan dunia.
Rasulullah bersabda:"Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan pada semua perkara"

-Menahan dan meredam amarah jika telah muncul
Didalam surah Ali Imran:134, Allah berfirman yang kurang lebih artinya:"Dan orang orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan"

-Berlindung kepada Allah ketika marah
Ketika seseorang yang marah mengucapkan "A'udzubillah (aku berlindung kepada Allah)", Insya Allah akan reda kemarahannya.

-Diam
Ada nasihat bagus untuk kita semua,"Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang kalian marah, hendaklah ia diam"

Mengapa diam? sebab terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, perkataan yang menyalakan api perselisihan, kedengkian, serta mengucapkan sesuatu yang akan membuatnya menyesal setelah marahnya mereda.

-Memberi maaf dan bersabar
Didalam QS Asysyura:37 : "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf"

-Jangan membalas keburukan dengan keburukan yang berlebihan
Didalam QS AnNahl:126: "Jika kamu membalas, maka balaslah dengan yang semisal yang telah mereka lakukan, tetapi jika kalian bersabar, itu lebih baik bagi orang orang yang sabar"

Ada tips untuk meredakan marah loh , silakan dipraktekkan, Insya Allah bermanfaat. Berikut tipsnya:

-Ubahlah posisi anda ketika marah
Rasulullah bersabda:"Jika salah seorang diantara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring"

-Berwudhu atau mandi dan semisalnya
Marah adalah api dari syaitan yang berakibat mendidihkan darah. Maka wudhu atau mandi dan semisalnya Insya Allah akan memadamkan api tersebut dan akan menghilangkan amarah serta gejolak darah.

HHmmmmhhh... Alhamdulillah, habis nulis ini, sudah agak reda marahnya..


Sekali lagi tentang sabar

Begitu banyak kejadian yang menimpa, yang membuat perasaan tercampur aduk. Entah bagaimana saya menggambarkan perasaan ini versi tulisan. Yang jelas sulit dituliskan dengan kata kata.

Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, saya dikaruniai lingkungan yang kondusif, yang mengingatkan akan adanya kehidupan akhirat yang abadi kelak.

Biasanya dalam keadaan seperti ini, saya teringat alunan indah dari imam masjid nabawi syaikh Budayr. Beliau waktu itu membacakan surat Al insaan pada rakaat kedua di shalat subuh. Sungguh indah isi dari surat Al insaan. Dan pikiran saya langsung mengulangngulang ayat ke 12 yang kurang lebih berarti: "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera".

Ditengah tercampur aduknya perasaan ini, Alhamdulillah saya mendapatkan bait syair dari Imam Syafii yang menyejukkan hati. Saya mendapat dari BBM group dan ternyata sumbernya dari blognya ustad Rumaysho.

Bait syair itu berbunyi:

" Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan."

Ditulis oleh:
Abu Afra
[suatu sore ditengah belantara jakarta]

Rumah adalah benteng bagi keluarga

Banyak permainan rakyat yang dimainkan secara bersama sama yang sangat menyenangkan, main petak umpet, galasin, bola bekel, tak lari jongkok, main karet atau lompat tali yang terbuat dari untaian karet gelang, dan masih banyak lagi.

Mungkin anda ingat permainan benteng. Bagi yang berusia kira kira SD di tahun 80-an pasti ingat, karena ini adalah permainan rakyat yang sangat murah dan tidak memerlukan modal banyak. Masing masing kubu harus menyentuh benteng lawannya tanpa tersentuh oleh lawan lawannya untuk memenangkan pertandingan. Masing masing pemain harus berpikir strategi yang sangat jitu dan berusaha aktif untuk menyerbu benteng lawan. Kalau mengingat masa lalu, sangatlah seru, betapa indahnya kebersamaan permainan rakyat itu.

Sekarang, banyak serangan dan serbuan bertubi tubi yang ditujukan kepada keluarga terutama anak kita. Entah itu serangan gaya hidup hedonis, konsumerisme, budaya permisive, hidup serba instan, curang, dan serbuan lainnya yang menyerang baik yang masif sampai yang perlahan tapi pasti yang bisa merubah pola hidup anak kita.

Serangan itu bisa datang dari teman teman anak kita dimana dia bergaul, bisa dari sekolahnya, mungkin juga dari saudaranya, majalah dan buku bacaannya. Bahkan, serbuan itu bisa datang dari yang tidak kita sadari sebelumnya yaitu acara TV yang tidak mendidik sama sekali.

Unsur pendidikan yang tidak bisa dikontrol adalah LINGKUNGAN. Hal inilah yang lebih kuat pengaruhnya. Saya tertarik sekali pada quote yang terdapat di buku "Mendidik Generasi Rabbani", yaitu Rumah adalah benteng bagi anak anak kita dari pengaruh negatif dari luar.

Adalah tugas ayah bunda membentengi anak anak kita, menjaganya dari serangan dari pengaruh negatif, mendidiknya dan menanamkan pengaruh positif. Aktifitas pendidikan itu adalah kegiatan yang persistent dan terus menerus sepanjang hayat. Kata Ustadz, hal yang paling urgent adalah menanamkan aqidah yang lurus serta Tauhid kepada anak. Pernah saya tulis juga sebelumnya tentang hal hal apa yang pokok yang harus diajarkan kepada anak, silakan merujuk ke tulisan sebelumnya. Dan yang tak kalah penting adalah doa, mendoakan anak kebaikan dunia dan akhirat adalah salah satu ikhtiar dalam mendidik anak.

Terakhir, saya menasehati diri saya sendiri, marilah kita jaga benteng kita dengan baik, perkuat pondasi imannya, perindah taman akhlaqnya, siram bunga perbuatannya dengan air ilmu pengetahuan, saling bekerja sama antara ayah ibu dan anak dalam berbuat kebaikan agar berbuah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Nikmat sehat dan waktu luang

Di tweet saya, saya pernah posting: "Waktu luang adalah nikmat bila kita memanfaatkannya". Lalu dilanjutkan dengan tweet saya yang berkaitan dengan hal di atas,"Banyak remaja yang jatuh dalam penyimpangan disebabkan banyaknya waktu kosong tanpa tahu harus diisi dengan apa".

Beberapa hari setelah itu, ketika mengikuti kajian, saya menerima wawasan dengan tema yang senada dengan hal di atas. Sebagaimana seorang bijak mengatakan,"Ikatlah ilmu dengan tulisan", maka saya ikat faedah faedah ilmu tersebut di blog ini.

Kata ustadz yang menyampaikan, "Nabi bersabda: dua nikmat kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya yaitu sehat dan waktu luang. (HR. Bukhari, Attirmidzi, Ibnu Majah, dari sahabat Ibnu Abbas)"

Sang Ustadz menyampaikan pelajaran yang dipetik dari hadits ini adalah:

1. Kesehatan dan waktu luang adalah nikmat, manfaatkan keduanya untuk ibadah dan hal hal positif lain yang sesuai syar'i.
2. Orang bisa tertipu dengan kesehatan dan waktu luang.
3. Gunakan sehatnya hati untuk memahami ayat ayat Allah, sehat mata untuk melihat kekuasaanNya, sehat telinga untuk mendengarkan ayat ayat Nya.
4. Ada doa atau dzikir pagi petang yang minta sehat badan, pendengaran, penglihatan karena merupakan wasilah atau sarana mencari ilmu.
5. Kita dapat merasakan nikmat sehat ketika sakit.
6. Waktu yang kita lewati akan ditanya nanti, " ditanya umur dan masa mudanya digunakan untuk apa?"
7. Termasuk kebaikan Islam seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak ada gunanya.

Ustadz tersebut menambahkan kiat kiat agar kita tidak tertipu oleh sehat dan waktu luang, yaitu:

1. Bandingkan nikmat sehat ketika sakit.
2. Bandingkan nikmat waktu luang ketika sibuk.
3. Mengatur waktu sebaik baiknya.
4. Memilih yang terpenting diantara yang penting.

Begitulah pembahasan mengenai nikmat sehat dan waktu luang, semoga kita bisa mengimplementasikan di keseharian kita.

5 keterampilan dasar yang perlu untuk anak

Setiap hari kita membaca Alqur'an. Di dalam Alqur'an terdapat ayat yang kurang lebih artinya: "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Substansi ayat ini adalah kita hendaknya melakukan usaha pendidikan baik untuk diri sendiri maupun kepada keluarga (istri, suami, anak anak, dan lain lain) agar terhindar dari neraka dan masuk ke surga.

Yang ingin masuk surga bukan hanya kita saja kan? sudah tentu istri atau suami kita, dan anak anak kita pun ingin masuk surga pula. Oleh karena itu, ilmu yang sudah kita dapat seharusnya ditransfer kepada anak anak kita.

Setelah membaca buku dan artikel mengenai pendidikan anak, saya mendapat benang merahnya, yaitu skill atau ketrampilan apa saja yang harus ditanamkan kepada anak kita. Minimal ada lima keterampilan pengetahuan yang harus diberikan, yaitu:

1.Tauhid
Tauhid adalah pangkal kesuksesan dan kebahagiaan. Aqidah yang lurus dan benar selalu seiring sejalan dengan tauhid. Tujuan diciptakan manusia adalah untuk mentauhidkan Allah. Tauhid adalah intisari dakwah Nabi yang mendakwahkan "Tiada ilah (yang diibadahi dengan benar) kecuali Allah".

Untuk mempelajari Tauhid, bisa ditemukan di Alqur'an dan hadits. Oleh karena itu, sebagai sarana utama, ajari anak anak membaca Alqur'an dan menghapalnya. Sudah banyak buku buku terjemahan khusus untuk anak yang bertema ini.

Ajari anak mencintai Nabinya yang merupakan penyeru kebaikan dan penolak kebatilan. Dengan Tauhid dan Aqidah yang benar, Insya Allah manusia akan hidup bahagia, sukses, dan mendapat ketenangan baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

2.Adab / Fiqh praktis
Ajari anak anak adab islami atau fiqh praktis pada hidup keseharian mereka. Seperti adab makan dan minum, adab berteman, adab berhubungan dengan orang tua, adab belajar, kesehatan, menutup aurat, kebersihan diri dan lingkungan, dan adab islami lainnya.

Ajari juga anak tentang tata cara ibadah wajib, misalnya tata cara berwudhu, tata cara shalat, puasa, dan lain lain.

3.Social skill
Sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain, seperti manusia, hewan, tumbuhan, keterampilan ini juga harus diajarkan kepada anak kita.

Ajari bagaimana empati terhadap yang lain, berbagi, komunikasi (mempresentasikan ide kepada orang lain), cara berkomunikasi atau bahasa, kemampuan mendengar, cara memilih teman yang baik dan berteman, biasakan budaya menghargai orang lain, kepemimpinan, dan lain lain.

4.Financial skill
Skill ini juga penting, oleh karena itu pelajaran matematika basic sudah diajarkan sejak usia pendidikan dasar.

Jika sudah mahir berhitung dasar, ajarkan cash flow management dasar. Misalnya, jika anak mendapat uang sekian. Maka ajarkan berapa persen yang harus ditabung, berapa persen yang harus dikeluarkan untuk operasional ( baca: jajan, ongkos, dan lain lain), berapa persen yang harus dikeluarkan untuk mengeluarkan sedekah. Ajarkan hidup hemat.

Cara untuk mendapatkan uang juga bisa dikenalkan semenjak dini, sehingga mereka siap ketika sudah saatnya mencari nafkah sendiri. Bisa dengan cara diperkenalkan berbagai profesi, bagaimana untuk memperoleh profesi itu, bagaimana menggunakannya agar mendapat uang.

Perlu juga memperkenalkan kepada mereka entrepreneurship atau keterampilan wirausaha, bagaimana dengan usaha usaha tersebut mereka bisa mendapatkan uang.

5.Cara belajar
Terakhir, ajari anak cara belajar yang baik. Belajar itu bisa dimana saja, tidak hanya di kelas. Bisa di kolam renang, dengan melakukan aktifitas berenang kita dapat mempelajari sesuatu. Jadi kalau pembaca ada yang perlu baju renang anak, silakan hubungi saya.. loh, kok jadi ngelantur...

Kembali ke topik, dalam menyerap ilmu, kita harus mengerahkan seluruh potensi indra. Bagaimana cara mendengar yang baik, cara melihat dan memperhatikan yang benar, cara membaca dengan benar sehingga dalam membaca kita sudah langsung bisa menarik kesimpulan, trik menghapal agar informasi yang kita hapal bisa keluar sewaktu diperlukan.

Sebenarnya tidak hanya lima ini, banyak lainnya. Saya sebut disini sebagai summary saja dari apa yang saya baca di artikel. buku, serta ceramah mengenai pendidikan anak.

Penutup, marilah kita didik anak kita dengan skill yang dibutuhkan mereka untuk dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

Adab adab berobat

Perjalanan hidup dapat diibaratkan grafik sinusoidal. Artinya kita bisa berada di bawah atau bisa juga di atas. Begitu juga keadaan jasmani, kita dikaruniai nikmat kesehatan tapi kadang sakit mendera kita.

Keadaan itulah yang terjadi pada anak anak kemarin, sewaktu liburan kemarin, anak anak diuji sakit. Alhamdulillah di group BBM ada uraian mengenai adab adab berobat. “Wah, pas banget nih dengan suasana hati”, batin saya.

Inilah uraian adab adab berobat:

- Niat yang ikhlas untuk menjalankan perintah Allah.

- Mengambil obat obat yang disyari’atkan seperti habbatus sauda, madu, bekam, atau juga obat obat yang diambil menurut rekomendasi dokter yang terpercaya.

- Menjauhi obat obat yang dilarang oleh syariat

- Berobat kepada ahli kesehatan atau dokter.

- Meyakini bahwa kesembuhan itu semua dari Allah semata.

- Bersabar dengan sabar yang indah, dan tidak cepat putus asa.

- Menjauhi tata cara pengobatan yang berbau syirik, seperti ke dukun, dan lain lain.

Mudah mudahan dengan menjaga adab adab di atas, sakit kita berbuah pahala dan menghapus dosa.

Sayembara kehidupan

Perlombaan.... Kata ini adalah kata yang tepat untuk mengartikan sayembara. Setiap perlombaan harus ada peserta. Dan setiap peserta yang memenangkan perlombaan akan mendapatkan hadiah. Sudah tentu setiap perlombaan ada persyaratan yang harus diikuti.

Kesimpulan paragraf diatas adalah:
  • perlombaan harus ada aturan mainnya. Dan ada orang yang bertugas menyampaikan syarat dan aturan mainnya.
  • pada setiap perlombaan, selalu ada sang pemenang.
  • ada hadiah bagi sang pemenang.

Begitu juga dengan kehidupan ini yang pada hakikatnya adalah sebuah perlombaan. Yang menciptakan perlombaan adalah Yang Maha Pencipta. Yang bertugas untuk menyampaikan aturan main adalah manusia yang diutus Allah, yaitu Nabi Muhammad (semoga shalawat dan salam terlimpah kepada beliau). Terakhir, hadiah dari perlombaan ini adalah surga.

Melalui sirah perjalanan Rasul dan sahabat yang kita baca dan dengar dari para 'ulama, sang pemenang dalam lomba kehidupan ini sudah diketahui melalui lisan Rasul yang mulia. Ada sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Dan ada lagi beberapa sahabat yang Nabi sebutkan surga untuk mereka. Merekalah pemenang sesungguhnya dari perlombaan ini.

Agar menang dalam perlombaan, hendaknya kita perlu dan harus mengikuti tips dan perjalanan sang pemenang. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita mengikuti tata laku kehidupan mereka. Mengikuti pemahaman beragama mereka dalam ketaatan mereka kepada Rasul.

Mudah mudahan dengan taat kepada Rasul (beribadah kepada Allah) dengan mengikuti pemahaman dan perikehidupan sahabat, kita dapat meraih kemenangan hakiki dalam perlombaan kehidupan ini.

Tulisan ini adalah bersumber dari kajian Ilmiah ustadz Fahrudin Nu'man yang bertema sayembara kehidupan.

Usaha yang halal dan baik

Posting kali ini untuk mencatat hadits Nabi yang saya baca di pengusahamuslim.com . Ikatlah ilmu dengan mencatatnya, oleh karena itu saya catat pembelajaran ini agar bisa di ulang ulang dalam membacanya..

Hadits tersebut berbunyi:

“Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rezeki, karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rezekinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah yang haram.” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah no. 1741)"

Mudah mudahan kita bisa mengimplementasikan hadits ini dengan mengamalkannya. Yaitu berusaha dengan usaha yang halal dan tentu juga yang baik....


Tidak sama kebaikan dengan kejahatan

Judul di atas adalah penggalan dari salah satu ayat di Surat Fushshilat yang kurang lebih "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik. Maka tiba tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah olah telah menjadi teman yang sangat setia"

Ayat di atas senada dengan ayat di surat Al A'raf yang kurang lebih " Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang orang yang bodoh"

Dua ayat di atas, saya dengar dari salah satu pengajian yang intinya membahas tentang adab islam yang mulia. Setelah itu pikiran saya tiba tiba melayang ke suatu kejadian, entah itu kejadian di alam mimpi atau kejadian sebenarnya. Ada orang gila dipinggir jalan. Si Fulan berjalan melewati orang gila tadi. Tiba tiba orang gila itu berteriak sambil lidahnya dijulurkan keluar. "Weeeeeeek", teriaknya kepada si Fulan. Kira kira apa reaksi yang tepat dari si Fulan terhadap si orang gila tadi?

Sebagai orang waras dan normal, pastilah dia bereaksi biasa saja dalam artian mendiamkan saja dan lekas pergi dari tempat itu. Pantas saja banyak orang bilang," yang waras ngalah". Mungkin dari kejadian itu kali ya?..

Akan tetapi, bagaimana kalau si Fulan membalas berteriak "Wueeeekkkk" sambil menjulurkan lidahnya kepada orang gila tadi? Tentu saja orang waras dan normal yang melihat kejadian itu berucap, "yah... si Fulan ikutan gila juga ya... lagian.. orang gila dibales seperti itu..."

Begitupula jika ada orang yang berbuat keburukan terhadap kita atau melakukan kezaliman kepada kita, kita akan ikut berbuat keburukan jika kita membalas hal sama kepada orang yang berbuat kezaliman kepada kita.

Terima kasih kepada ustadz yang telah mengupas adab bermuamalah ini. Jujur saja, ini sangat menyentak saya. Saya merasa diingatkan kembali, terasa sekali ayat ini sangat cocok sekali dengan peristiwa yang saya alami. Sungguh benar sekali perkataan 'ulama bahwa AlQur'an itu sebagai syifa' atau obat dari jiwa jiwa yang keruh.

Hari ini, hati terasa lega......

Cuplikan surat surat cinta

Banyak manusia bersedih

Karena mereka mengira akan kelaparan di hari esok

Mereka merasa akan tertimpa penyakit tahun depan

Mereka berpendapat dunia akan berakhir beberapa tahun lagi

Sesungguhnya orang yang umurnya bukan di tangannya

Tidak boleh menggadaikan sesuatu

dengan sesuatu yang tidak dipunyainya

Orang yang tidak tahu kapan dia akan meninggal

tidak boleh menyibukkan diri

dengan memikirkan sesuatu yang belum datang!

Tinggalkan urusan besok sampai datang waktunya

Jangan anda tanya kabarnya

dan jangan anda tunggu-tunggu kehadirannya

Karena anda sedang sibuk dengan hari ini

Jadikan hari-harimu bahagia selalu

("Surat-Surat Cinta" halaman 51
Oleh: Fariq Gasim Anuz)

Ilmu sebelum beramal

Mencari nafkah untuk diberikan kepada anak dan istri adalah salah satu amal yang mulia. Sebagian cara untuk mencari nafkah adalah melalui perdagangan. Berdagang adalah salah satu keahlian Nabi Muhammad sewaktu menjajakan produk produk Siti Khadijah. Abdurrahman bin Auf juga terkenal sebagai pedagang yang sukses.

Sebagaimana amalan yang lain, berdagang juga ada ilmunya. Terutama ilmu fiqh perdagangan dan muamalah pada umumnya. Sebagai pedagang, kita dituntut untuk menguasai ilmunya terlebih dahulu. Rasulullah menyuruh kita barangsiapa yang belum menguasai ilmu fiqh maka jangan berdagang di pasar kami.

Ada satu kaidah yang menyatakan "Barangsiapa yang mempunyai masalah dan belum mampu menyelesaikannya, maka berarti dia belum siap dan belum mempunyai ilmu mengenai hal itu.

Oleh karena itu, kita harus mengilmui sesuatu sebelum mengerjakan sesuatu itu. Dalam hal ini kita harus menguasai ilmu syar'i tentang perdagangan. Alhamdulillah, dewasa ini dakwah makin lengkap dengan tersedianya buku buku ilmiah bermanhaj shahihah tentang ini. Ustadz Muhammad Arifin Badri mengulas dalam tentang hal ini pada bukunya. Buku yang ditulis Ustadz Zainal Abidin mengenai kunci rezeki juga mengupas tentang kerja, usaha, dan perdagangan.

Bersyukurlah sekarang ada web seperti pengusahamuslim.com dan kajian.net , sehingga kita dapat membaca dan mendengarkan kajian yang sangat ilmiah. Agar lebih berkah sebaiknya kita langsung mendatangi kajian yang sekarang marak diadakan.

Jika tidak dilandasi dengan ilmu, maka akibatnya para pedagang akan mengurangi takarannya, pedagang menjual dengan sistem ijon, menipu, bertransaksi riba, bersaing secara tidak fair dengan black campaign, saling sikut, dan seterusnya.

Terakhir, marilah kita melakukan perdagangan yang dilandasi dengan ilmu syar'i agar kita selamat dan sukses di dunia dan di akhirat.

Jalan kebahagiaan

Beberapa pekan lalu, saya dapat event invitation melalui facebook dari salah seorang friend untuk menghadiri kajian atau orasi ilmiah yang diadakan di masjid Istiqlal, jakarta. Seorang professor doktor dari universitas Madinah adalah orang yang memberikan kajian ilmiah pada acara tersebut. Temanya adalah mengenai sebab sebab kebahagiaan. Acara berlangsung pada tanggal 17 Januari kemarin.

Sempat beberapa hari saya tidak merespon invitation di atas. Setelah saya pikir karena temanya sesuai dengan apa yang selama ini saya cari, akhirnya saya memutuskan untuk menekan tombol yes. Ini artinya saya memutuskan datang ke acara tersebut. Alhamdulillah, ada beberapa tetangga dan teman yang juga haus akan kebahagiaan menyatakan diri ikut. Kami memutuskan naik kereta, turun di stasiun juanda, dan jalan kaki menuju ke masjid istiqlal.

Subhanallah, sampai di stasiun, saya lihat kanan dan kiri banyak sekali motor dan mobil terparkir di sana sini. Lautan manusia tampak bergegas menuju masjid. Pantas saja, menurut Republika Online terdapat kurang lebih 105 ribu orang hadir pada saat itu. Nampaknya mayoritas yang datang juga sepertinya sama dengan kami, yaitu haus kebahagiaan dan ingin menuntut ilmu bagaimana cara mencapai bahagia. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Pelajaran yang saya ingat sampai detik saya menulis blog ini adalah, ada tiga hal sumber kebahagiaan. Artinya jika ingin bahagia, seharusnya kita melaksanakan tiga hal ini. Yang pertama adalah bersyukur, kedua adalah bersabar, dan yang terakhir adalah istighfar. Ketiga hal ini jika dikupas lebih dalam sebenarnya adalah siklus kehidupan sepanjang hayat kita. Disadari bahwa, seluruh hidup kita, kita akan mengalami apa yang namanya anugrah atau nikmat atau pemberian yang kita harapkan dan kita senangi. Selain itu, kita juga akan mengalami musibah atau kegagalan atau pengalaman yang tidak mengenakkan menurut pendapat kita atau penyakit dan lainnya. Disamping itu, selain ketaatan kepada Allah, sebagai manusia kita juga sering melakukan maksiat baik yang kita sadari maupun tidak. Siklus hidup inilah, kadang taat kadang maksiat, kadang senang kadang duka, yang kita lakoni sampai akhir hayat ini.

Jika kita mendapat anugrah, yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Bersyukur, selain ibadah hati adalah ibadah anggota badan lainnya. Artinya selain mengucap hamdalah, kita juga harus menggunakan nikmat yang diberikan dijalan Allah bukan menggunakan nikmat tadi untuk melakukan maksiat atau dosa.

Lain waktu, jika kita mendapat musibah, yang harus dilakukan adalah bersabar. Bersabar pada pukulan (kejadian) pertama. Kita akan mendapat pertolongan Allah, jika kita meminta pertolongan melalui sabar dan shalat. Itu janji Allah, dan Allah adalah Maha Menepati Janji.

Sebagai manusia yang tak pernah luput dari dosa, di waktu tertentu kita taat kepada Allah, dilain waktu kita berbuat maksiat dan dosa. Jika kita berbuat dosa, istighfar dan bertaubat adalah amalan yang seharusnya dikerjakan oleh kita. Janganlah berputus asa dari rahmat Allah, itu adalah perintah Allah. Ini artinya Allah Maha Pengampun. Dengan beristighfar dan berdzikir, hati menjadi tenang. Itu janji Allah. Dengan ketenangan yang kita gapai, otomatis kebahagiaan akan kita raih.

Tiga hal ini saling terkait, maksudnya jangan mengerjakan salah satu dan lalai mengerjakan hal lainnya. Tiga tiganya harus istiqomah dijalankan sepanjang hayat kita agar sepanjang hidup kita meraih kebahagiaan. Itulah salah satu intisari yang dapat saya ingat dari kajian ilmiah dari syaikh Abdul Razzaq ini. Semoga dapat sama sama kita implementasikan di keseharian kita. Aamiin..

Kajian Ilmu Bermanfaat

Pada tanggal 21 dan 23 Mei 2009, ada kajian ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat, mudah mudahan dapat mengikuti kajiannya bersama keluarga. Dibawah ini detail infonya.

"Riba dan Bank Syariah"
Pemateri : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
(Ustadzkholid.com dan pembina Milis pengusahamuslim.com )

Tanggal : 21 Mei 2009
Waktu : 12:30 - 17:00 WIB
Tempat: Masjid Pondok Indah Jakarta
Pelaksana : BMT Bintaro


"Mencari Kunci Rizki yang Hilang"
Pemateri : Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc
Tanggal : 23 Mei 2009
Waktu : Pukul 9:00 WIB - Sampai Sholat Dhuhur
Tempat : Masjid Sunda Kelapa
Jl. Sunda Kelapa Menteng Jakarta


Demikian infonya, semoga bermanfaat untuk dunia dan akhirat... See you...
Wassalam,
Abu Afra