Pages

Petualangan baru

Saya ingat sekali, petualangan ini dimulai sejak seorang teman menawarkan sesuatu yang baru. Dan sesuatu hal ini adalah menyentak comfort zone saya. Sayapun tersadar, "ohya sepertinya menarik juga", batin saya. Kalo dilihat history email saya, kejadian ini dimulai di bulan Juni pada tahun 2010.

Semenjak itu, saya berusaha semaksimal mungkin. Apapun saya lakukan untuk mencapai hal tersebut. Ada beberapa yang "nyangkut", sebelum akhirnya gagal alias tidak ada kelanjutan sampai sekarang.

Akan tetapi saya terus bermimpi dan berusaha serta tidak lupa berdoa. Waktu terus berjalan. Sampai akhirnya bertemu lagi bulan Juni, tapi ini tahunnya 2011. Artinya tepat setahun perjalanan petualangan saya. Atas pertolongan Allah, saya dihubungi olehnya dan progressnya baik. Saya hanya bisa berharap semoga proses ini lancar dan mudah, sehingga saya bisa terus berlayar ke pulau harapan.

Tentu pembaca bertanya tanya, "apa sih petualangannya?", "hal apa sih yang dikerjakannya?" dan seterusnya dan seterusnya. Insya Allah pada saatnya nanti, akan saya tulis di blog ini.

Written by:
Abu Afra
[menulis dalam kondisi menunggu progress lebih lanjut.... Semoga...]


Blog baru si bocah

Setiap anak mempunyai ciri atau karakteristik sendiri sendiri. Ketika salah satu anak kooperatif dengan orang tua (baca: ketika kita ajak belajar membaca, dia dengan senang hati melakukannya), dilain pihak ada yang sampai kita bujuk dengan manis berulang ulang, dia malah tetap dengan aktifitasnya.

Orang tua harus mempunyai strategi jitu menghadapi berbagai macam karakteristik ini. Best practice yang sudah saya terapkan, misalnya sewaktu mengajak anak anak mandi. Si kakak ketika disuruh, "ayo kita mandi". Diapun dengan serta merta mengambil handuk, pergi ke kamar mandi untuk mandi. Akan tetapi, sang adik selalu punya 1001 alasan untuk tetap pada aktifitasnya. Setelah mengubah strategi, saya ubah kalimatnya dengan "ayo nak, kita bermain air, mana bonekanya, kita mandiin yuuk". Setelah berpikir sejenak, barulah dia mau dengan membawa bonekanya ke kamar mandi. Akhirnya dia mau mandi setelah "bermain air".

Sebagai orang tua, saya harus mempunyai inovasi strategi dalam menanamkan kebiasaan baik untuk mengajarkan life skill kepada mereka. Salah satu life skill yang harus ditanamkan sejak kecil adalah kemampuan mereka dalam berkomunikasi, mengeluarkan dan mempresentasikan ide mereka. Bisa dengan lisan melalui bercerita, bisa juga dengan tulisan.

Alhamdulillah, mereka sudah terbiasa menuliskan ceritanya dibuku. Agar aktifitas ini menarik, saya coba media baru dalam menuliskan ide ide mereka. Apa itu? media itu adalah blog. Jadi ada dua aktifitas yang dilatih selain menulis dibuku, yaitu aktifitas mengetik keyboard dengan menjalankan aplikasi spreadsheet sederhana dan aktifitas internet sehat (baca: menggunakan teknologi internet untuk hal hal bermanfaat).

Hasilnya? berdasarkan indikator yang saya rasakan, mereka tampak senang dengan aktifitas baru ini, mereka jadi lebih senang berkreasi, memfoto karya mereka, dan upload karya mereka di blog.

Apa dampaknya bagi saya? terpaksa notebook saya "ditawan" oleh mereka. Hehehe. Maklum sejak PC desktop saya kena petir, notebooklah satu satunya alat saya mengais rezeki di internet. Saya harus menunggu mereka tidur terlebih dahulu untuk "memberdayakan" notebook saya. "Tapi nggak apa apa sih", batin saya dalam hati. Yang penting mereka senang dengan aktifitas positif.

Dampak yang kedua bagi saya adalah saya terpaksa muter otak lagi. Buat apa? untuk mencari strategi lebih joss lagi mengais dollar di adsense dan jualan online. Emang buat apa dollarnya? ya buat beli notebook baru lagi lah. hehehehe....

Kesimpulannya, saya harus bekerja extra smart agar kiriman Western Union dari Google Adsense segera datang....

Ohya, ada yang lupa, kalau pembaca mau melongok sedikit ke blog si bocah, silakan kunjungi
http://celotehanafra.blogspot.com/

dan

http://karyahalwa.blogspot.com/

Wassalam,
Abu afra
[disuatu siang saat rehat di beberapa meter dari permukaan laut]

Sekali lagi tentang sabar

Begitu banyak kejadian yang menimpa, yang membuat perasaan tercampur aduk. Entah bagaimana saya menggambarkan perasaan ini versi tulisan. Yang jelas sulit dituliskan dengan kata kata.

Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, saya dikaruniai lingkungan yang kondusif, yang mengingatkan akan adanya kehidupan akhirat yang abadi kelak.

Biasanya dalam keadaan seperti ini, saya teringat alunan indah dari imam masjid nabawi syaikh Budayr. Beliau waktu itu membacakan surat Al insaan pada rakaat kedua di shalat subuh. Sungguh indah isi dari surat Al insaan. Dan pikiran saya langsung mengulangngulang ayat ke 12 yang kurang lebih berarti: "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera".

Ditengah tercampur aduknya perasaan ini, Alhamdulillah saya mendapatkan bait syair dari Imam Syafii yang menyejukkan hati. Saya mendapat dari BBM group dan ternyata sumbernya dari blognya ustad Rumaysho.

Bait syair itu berbunyi:

" Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan."

Ditulis oleh:
Abu Afra
[suatu sore ditengah belantara jakarta]

My learning curve

Otak merupakan nikmat yang diberikan Allah untuk ummat manusia. Jika diibaratkan, mesin tubuh kita termasuk otak adalah mesin yang menakjubkan. Bayangkan betapa banyak sel atau syaraf yang terdapat pada otak kita yang untuk prosesnya saja mengirimkan impuls listrik dan kekuatan pemrosesannya saja mengalahkan kekuatan pemrosesan processor Pentium berkali kali lipat Mhz.

Dengan nikmat di atas, sebagai manusia kita harus bersyukur kepada sang pencipta. Apakah cukup dengan ucapan lisan saja? Tidak kawan, selain diakui dengan hati, diucapkan dengan lisan, kita juga harus memanfaatkan otak ini untuk ketaatan kepada Allah. Otak dipergunakan untuk hal hal kebaikan yang positif. Memakainya dengan sungguh sungguh, jangan dibiarkan percuma saja. Salah satu cara memakainya adalah dengan belajar.Kata guru saya sewaktu di SD dulu, otak harus sering digunakan. Ibarat pisau, sering diasah maka otak akan lancar menerima dan memproses informasi yang masuk.

Saya sekarang sedang belajar hal baru, yaitu bahasa arab, lihat belajar bahasa arab untuk pemula. Sebenarnya bukan hal baru, karena semenjak di madrasah dahulu saya sudah belajar bahasa arab dasar. Walau terlambat, saya mulai lagi dari nol. Tidak apa apa, dari pada tidak sama sekali. Target saya adalah bisa bercakap dalam bahasa arab secara active layaknya yang saya lakukan pada bahasa Inggris. Oh ya satu lagi adalah agar bisa membaca kitab 'ulama pewaris nabi yang berbahasa arab.

Sebagai insan yang mempunyai background IT, saya juga memperdalam IT-IL (IT Infra structure library). Semenjak mendapat international certification di bidang IP networking (CCNA), saya sudah tidak update ilmu IT lagi. Saya ingin mengejar IT-IL v3 foundation certification yang dikeluarkan oleh OGC di Inggris. Mengapa harus bersertifikat? Memang banyak yang pro dan kontra mengenai apakah kita harus bersertifikat atau tidak untuk menunjukkan skill kita. Kalau saya sih memilih mengejar sertifikat ini supaya ada track dalam learning curve saya. Jadi biar terarah dalam mempelajari ilmu ini.

Memang saya memilih belajar autodidak untuk hal ini, selain IT-IL saya juga belajar secara mandiri COBIT, CISA modul, PMP modul untuk project management. Mungkin setelah ini, saya juga akan mengambil sertifikasi di atas.

NB:
Coretan saya mengenai IT-IL saya ungkapkan di http://myitiltutorial.blogspot.com