Pages

Petualangan baru di blog baru

Ternyata sudah lama saya tidak menulis di blog ini, kangen juga rasanya. Tidak updatenya saya di blog ini, bukan berarti saya berhenti menulis, dan juga berhenti ngeblog. Bukan itu, saya tetap menulis dan tetap ngeblogm hanya saja medianya saja yang pindah. 

Kedepannya mungkin sebagian besar tulisan akan ditulis di beberapa blog baru tersebut, namun sayang juga meninggalkan blog pembelajaran sepanjang hayat ini. Mengapa? karena blog ini sudah menemani saya berpetualang sejak tahun 2005 hingga sekarang. Jadi mungkin jika ada update tulisan yang sifatnya harus ditulis di blog ini, akan saya tulis disini. 

Jika saya flashback dan mengamati tulisan saya di blog ini. Eh, ngomong ngomong flashback artinya apa ya dalam bahasa Indonesia, sebentar saya googling dulu... Ohya, kilas balik. Kembali ke awal, jika saya perhatikan kembali tulisan saya mulai dari 2005 hingga 2013, maka dapat saya sederhanakan bahwa terdapat beberapa fase petualangan kehidupan yang saya tempuh, Mulai dari semangat bekerja di sebuah perusahaan BUMN besar di Indonesia. Pada periode ini, saya sangat menyukai tulisan tulisan motivasi, oleh karena itu sebagian besar pada fase ini saya menulis tentang sesuatu yang inspiring, motivasi, dan yang semisalnya. 

Fase selanjutnya adalah menikmati indahnya membangun keluarga, sehingga sebagian besar tulisan pada fase ini adalah tentang keluarga, rumah, pendidikan anak, dan yang semacamnya. Setelah itu, mulailah saya berkenalan dengan dunia wirausaha atau bahasa yang akrab di telinga adalah entrepreneur, dan bisa dilihat bahwa sebagian besar tulisan saya adalah tentang petualangan, pengalaman, teori, pencapaian, cerita, uraian, penjelasan, informasi, dan juga iklan tentang hal yang berhubungan dengan dunia bisnis atau wirausaha atau entrepreneur.

Sampai puncaknya yaitu pada tulisan saya akhirnya pensiun dini dari perusahaan besar di Indonesia, yang pada tulisan tersebut saya ceritakan bahwa sebagian teman kerja saya bilang bahwa saya "gila". hehehe... Mengapa mereka heran dan bilang saya nekat? oleh karena menurut mereka, ribuan orang apalagi fresh graduate sangat ingin bekerja di tempat ini, bahkan menurut survey yang diadakan oleh sebuah lembaga terkenal, tempat saya kerja ini adalah tempat paling favorit yang diincar oleh pencari kerja.

Fase selanjutnya adalah fase dimana saya enjoy dan menikmati hari hari sebagai seorang wirausahawan. Ya, full wirausaha. Tidak lagi setengah setengah, dalam artian setengah pikiran ke tempat kerjaan setengah pikiran ke bisnis pribadi. Pada fase ini, saya merasakan suka duka, positif negatif, dan semua pengalaman yang disharing oleh senior atau mentor saya ternyata saya alami juga. 

Dan sampailah saya kepada pengalaman yang saya tidak duga sebelumnya. Apa itu? tawaran baru bekerja kantoran lagi. Inilah yang membuat saya pusing tujuh keliling dalam memutuskan apakah terima tawaran ini atau tidak. Sebab saya sedang asyik asyiknya melakukan petualangan dan berusaha menjadi wirausahawan sejati, namun dilain pihak tawaran ini juga sangat sayang untuk ditolak. Akhirnya, setelah shalat istikharah dan memutuskan jawaban, saya mengayuh kembali dan mengubah sedikit arah pulau tujuan. Saya berpikir, saya dapat saja berlabuh di pulau ini sebentar untuk menikmati kehidupan di pulau ini, dan kemudian menuju lagi pulau harapan yang sebenarnya. Oleh karena itu, tulisan saya mulai  tahun 2013 adalah tentang kehidupan baru di negeri seberang.

Nah, inilah awal dari mulainya blog baru tersebut yang membuat saya jarang posting di blog ini. Hidup di negeri seberang, ternyata mempunyai dampak kepada kehidupan akademis anak anak. Mereka yang terbiasa bersekolah di sekolah (sekolah konvensional), sekarang harus beradaptasi karena kami memutuskan homeschooling. Apa alasannya? wah, sangat panjang kalau dituliskan disini. Jika Anda penasaran silakan saja lihat dokumentasi tulisan saya di blog aktifitas belajar homeschooling. Disitulah saya selama ini menuliskan aktifitas, kegiatan, pencapaian, portofolio pendidikan anak anak (walau tidak semua) di blog ini.

Selain itu juga, saya ngeblog (sebenarnya lebih tepat disebut catatan pribadi) pembelajaran bahasa arab saya, di blog belajar bahasa arab dasar. Sehingga akhirnya, saya jarang menengok blog ini.

Kesimpulan
Saya tetap akan menulis di blog ini, walau sebagian besar tulisan saya mungkin akan di tuangkan pada blog blog di atas.

Terima kasih sudah membaca postingan ini, jika ada saran dan usulan silakan kirim comment di bawah. Kaget melihat tulisan ini, sudah jarang posting di blog ini, sekali nulis bisa panjang seperti ini. hehehe..




Mengapa belum mencapai hasil yang memuaskan

Saya lebih memilih kata belum mencapai hasil yang memuaskan daripada kata gagal. Saya tidak tahu alasannya, menurut saya kalau saya menyebut gagal, berarti saya sudah menyerah dan berhenti mencoba. Pada postingan terdahulu yaitu ketemu mainan lama , saya sampai detik menulis postingan ini masih asyik bermain dengan dunia internet marketing. Jadi sampai saat ini saya masih berusaha dan belum berhenti mencoba.

Akan tetapi setelah dilihat hasilnya, saya menilai bahwa hasil aktifitas internet marketing yang saya jalani termasuk kategori belum memuaskan. Setelah melakukan refleksi dan mengucapkan "Qaddarullah wa masya-a fa'al", kemungkinan penyebabnya adalah:

- ilmu yang dikuasai hanya setengah alias belum mendalam.
- Banyak menyerap ilmu akan tetapi lemah dalam implementasi.
- Adakalanya implementasi ilmu, akan tetapi tidak konsisten.
- Tidak ada strategi yang terarah dan objective yang jelas.
- Tidak menerapkan KPI dan teknik evaluasi terhadap performance indicator tersebut.
- Oleh karena tidak ada track record dan indikator performansi, maka tidak ada pula feedback atau perbaikan system.
- Belum mengoptimasi tools yang ada. 

Alhamdulillah, saya telah mendapat ilmu bahwa kita seharusnya tidak menyandarkan hasil kepada ikhtiar kita semata, akan tetapi harus bersandar kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus banyak berdoa untuk kemudahan urusan kita. Akan tetapi setelah bersandar kepada Allah, kita juga harus menjalankan sebab yaitu ikhtiar yang sungguh sungguh.

Abu Afra
lagi mencoba diversifikasi content.




Banjir Jakarta

Foto-banjir-jakarta
Hari ini, aktifitas berjalan seperti biasa. Orang menyebutnya rutinitas harian. Sampailah saatnya saya memeriksa twitter dan facebook sekilas , ternyata timeline penuh dengan foto dan berita dengan banjir, macet, dan seterusnya. Qaddarullah wa masya’a fa’al.
Pikiran saya langsung tertuju kepada sebuah tempat bersejarah, tempat dimana saya dilahirkan, tempat dimana orang tua tercinta mendidik saya dengan limpahan kasih sayangnya, tempat penuh kenangan. Dari negeri sebrang, saya telpon dan ibunda tercinta yang mengangkatnya. Beliau (semoga Allah menjaganya) mengabarkan bahwa air dijalan sudah agak tinggi, jika mobil lewat, air itu masuk ke halaman.
Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bagi Allah di setiap keadaan), semoga beliau disana dikaruniai kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.
Kembali kepada banjir di Jakarta dan sekitarnya, kita dapat melihat manusia pada umumnya di dalam ujian ini, ada yang saling menyalahkan, ada yang sumpah serapah, tetapi Alhamdulillah ada yang bersikap sabar dan tenang serta bergantung kepada Allah menyikapi hal ini.
Allah berfirman dalam surat ke 42 ( Asy syuura) , ayat ke 30, yang intinya adalah “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan kesalahanmu”. Anda dapat bertanya kepada ustadz yang terpercaya tentang tafsir ayat ini, atau bisa membaca tafsir Ibnu Katsir yang sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia (seperti yang dikeluarkan oleh penerbit Pustaka Imam Syafi’I )
Semoga kita dikaruniai hidayah taufiq untuk dapat muhasabah dan bertaubat agar kita dapat selamat di dunia dan akhirat. Semoga para pemimpin dikaruniai hidayah taufiq untuk dapat menjalankan program perbaikan secara konsisten dan adil, semoga kami para rakyat dikaruniai hidayah taufiq agar saling membantu dan memperbaiki keimanan dan menjalankan amal shalih individual dan sosial.
17th Jan 2013
Saat musim dingin menerpa menara Al udaid

Ketemu mainan lama

Beginilah kalo sedang menemukan mainan yang telah lama ditinggalkan, perasaannya sukar dilukiskan, ada semangat meletup dalam memainkannya, ada harap yang kuat dalam memainkannya, dan seratus satu perasaan lain yang bersimbiosis mutualisma di dalam ekosistem tubuh ini.
 
Bermula dari pembahasan salah satu jenis netpreneur di group yang saya ikuti, saya ikuti dengan biasa saja. Setelah mengikuti diskusi akhirnya jadi kepikiran. Kemudian berlanjut menuju puncaknya dengan berteriak dalam hati,"wow, kamu kan sudah menjalaninya, tahun kemarin kan sudah dapat hasil darinya, yaitu kiriman dolar melalui western union". Di hari pertama, saya biarkan perasaan ini. Memang, sejak saya berpetualang ke negeri seberang, mainan ini saya simpan di dalam laci kemalasan. Sayapun mencari alasan,"ya jelas saja disimpan, kan sekarang ini sibuk dengan persiapan berlayar ke negeri sebrang, sibuk dengan adaptasi, sibuk dengan mengurus kepindahan keluarga, melakukan homeschooling dengan anak anak, dan seterusnya.
 
Akan tetapi "mainan" itu seakan memanggil saya,"ayo abu afra aktif kembali, mainkan saya.." Perasaan ini timbul setelah praktisi netpreneur di group tersebut sharing tentang kisah beberapa rekannya yang istiqomah berjuang dijalur ini. Akhirnya, sayapun kembali dengan mainan lama saya. Hari ini, saya kembali bermain dengan google analytics, google webmaster, blog, membuat content yang bagus, dan sekali kali login untuk melihat estimated earning. hehehehe
 
Anda pasti tahu mainan itu? yup, mainan itu adalah google adsense. Mainan itupun menyapa saya, "welcome back abu afra.. Long time no see you... "
 
 
At building 83
[ditinggalin beberapa lama, ternyata masih ada earning juga walaupun belum threshold utk payment]