Pages

Welcome to Doha

Jam 11 malam waktu Doha, saya mendarat dengan mulus, Alhamdulillah. Beribu perasaan mencekam batin, apakah yang jemput saya sudah datang, jika tidak datang datang saya tidur dimana nanti, dan seratus pertanyaan menghampiri batin saya bertubi tubi.

Alhamdulillah, orang kantor datang menyambut persis ketika saya keluar dari pintu dan langsung membawa saya ke mobilnya. Tanpa basa basi, kita langsung menuju temporary residence yang disediakan perusahaan.

Kedatangan saya pertama disambut hujan, sehingga membuat pikiran saya melayang ke kota tempat tinggal yang sering hujan. Batin saya berkata,”oh ternyata ada hujan toh disini”. Tak terasa perjalanan begitu singkat dan sampailah saya di rumah sementara, setelah beres beres, langsung saya dekati selimut hangat dan bantal empuk untuk meluruskan punggung yang selama delapan jam duduk manis di pesawat.

Saya terbangun ketika bunyi alarm dari handphone memekakkan telinga, saya tarik selimut dan langsung berinteraksi dengan air hangat di kamar mandi, setelah itu langsung menuju ke masjid yang Alhamdulillah sangat dekat dengan rumah.

Ketika di tengah perjalanan menuju masjid, gerimis datang menyapa pagi dan sepertinya hendak berkenalan dengan saya. Akhirnya saya sambut perkenalannya dan saya biarkan diri saya terkena terpaannya. Bukan karena sudah biasa main hujan, tapi karena saya memang tidak punya payung. Hehehe

Setelah kembali ke rumah, tetangga saya orang egypt yang sangat ramah membuatkan saya telur ceplok versi dia dan menyediakan roti. Saya tidak tahu jenis roti apa ini, tapi sepertinya sejenis roti maryam (something like that).

Setelah sarapan, saya dijemput orang kantor, dan dimulailah petualangan sebenarnya.....

0 comments: